NEGARA, Radar Bali.id – Momen hari raya Idul Adha selalu menyisakan cerita unik dan mengundang gelak tawa. Seperti drama yang terjadi di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Prosesi penyembelihan hewan kurban yang awalnya berlangsung khidmat mendadak berubah menjadi panggung aksi kejar-kejar antara panitia dan seekor sapi kurban berukuran jumbo yang mendadak emoh disembelih.
Peristiwa menggelikan sekaligus menegangkan ini terjadi di salah satu mushola di Kelurahan Gilimanuk. Entah karena panik atau stres melihat rekannya dieksekusi terlebih dahulu, seekor sapi kurban bertubuh bongsor tiba-tiba berhasil melepaskan ikatan tali pengikatnya.
Tanpa babibu, sapi tersebut langsung mengambil langkah seribu dan kabur keluar area mushola. Tak tanggung-tanggung, jalur pelarian si sapi justru mengarah ke jalan raya utama yang saat itu sedang padat-padatnya oleh antrean kendaraan yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Sontak saja, kehadiran "tamu tak diundang" yang berlarian di aspal ini membuat para pengguna jalan dan warga setempat kaget bukan kepalang. Khawatir si sapi mengamuk dan menyeruduk kendaraan atau melukai warga, panitia kurban bersama masyarakat sekitar langsung bahu-membahu melakukan pengepungan di tengah jalan raya.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden sapi kurban yang sempat mencicipi hawa kebebasan di jalanan tersebut.
Namun, pihaknya memastikan situasi pelarian si sapi tidak berlangsung lama dan berhasil dikendalikan dengan cepat oleh warga.
“Memang sempat kabur ke jalan raya karena panik, tapi berkat kesigapan panitia dan warga, sapinya sudah berhasil diamankan kembali. Dan saat ini kondisinya sudah selesai disembelih,” ujar Tony sembari tersenyum, Kamis (28/5/2026).
Tony juga menambahkan bahwa insiden kocak tersebut tidak sampai menimbulkan korban luka maupun kerusakan fasilitas umum serta kendaraan yang sedang mengantre di jalur pelabuhan.
Begitu sang sapi berhasil ditenangkan dan ditangkap, proses pemotongan hewan kurban langsung dilanjutkan kembali sesuai dengan syariat Islam. Arus lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk pun dipastikan langsung kembali normal dan lancar jaya. [*]
Editor : Hari Puspita