Geger! Anjing Mendadak Terjangkit Rabies Mengamuk di Bangli, Tujuh  Orang Dalam Satu Keluarga Digigit

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 07:38 WIB
Ilustrasi anjing rabies. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi anjing rabies. (gambar digital gemini/radar bali)

BANGLI, Radar Bali.id – Ancaman teror virus rabies kembali mengintai warga di Gumi Sejuk Bangli. Kasus gigitan anjing penular rabies (HPR) dilaporkan kembali mengamuk.

Kali ini, nasib apes menimpa satu keluarga besar yang berdomisili di Lingkungan Kawan, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli.

Baca Juga: Mendoyo Jadi Zona Merah, Jembrana Terjunkan 9 Tim Vaksinasi Rabies Massal

 Tak tanggung-tanggung, sebanyak tujuh orang warga yang masih memiliki hubungan darah harus dilarikan ke puskesmas setelah digigit oleh anjing peliharaan mereka sendiri pada Selasa (26/5/2026).

Baca Juga: Jembrana Waspada! Kasus Rabies Awal 2026 Melonjak, Kecamatan Mendoyo Jadi Zona Merah

Peristiwa mengerikan ini bermula ketika anjing jantan jenis ras Kintamani berusia sepuluh bulan milik korban mendadak menunjukkan gejala aneh dan tampak stres berat.

Tanpa ampun, anjing yang biasanya penurut itu mendadak beringas dan menyerang tujuh anggota keluarga secara bergantian.

Melihat gelagat yang tidak beres dan membahayakan keselamatan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli langsung turun tangan mengamankan HPR tersebut dan mengambil sampel otaknya untuk diuji di laboratorium.

Benar saja, hasil uji lab menyatakan anjing ras kebanggaan Bali tersebut positif terjangkit rabies. Beruntung, ketujuh korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) di puskesmas setempat.

Kepala Lingkungan Banjar Kawan, Nengah Sucena, saat dikonfirmasi pada Rabu (27/5) membenarkan adanya musibah yang menimpa warganya tersebut. Ia menegaskan, pihak lingkungan kini tengah bersiap mengambil langkah darurat untuk memutus rantai penularan di wilayahnya.

”Anjing itu memang peliharaan korban sendiri. Sebagai langkah antisipasi agar penularan tidak semakin meluas, kami akan melakukan eliminasi selektif terhadap HPR lain di sekitar lokasi yang kemungkinan sempat kontak atau berisiko terpapar. Hanya saja karena beberapa hari ini masih hari libur, eksekusi belum bisa dilakukan. Namun, kami sudah koordinasikan intensif dengan dokter hewan,” beber Sucena.

Di sisi lain, Kapolsek Bangli Kompol I Gusti Made Sudarma Putra menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi erat dengan Dinas PKP Bangli terkait penanganan pasca-kejadian. Saat ini, ketujuh korban gigitan masih menjalani observasi mandiri di rumah sembari menunggu jadwal vaksinasi lanjutan.

”Pasien atau warga yang digigit masih dipantau ketat secara mandiri. Sesuai prosedur medis, dalam jangka waktu 7 dan 14 hari ke depan, mereka akan kembali mendapatkan suntikan vaksin booster. Kami juga sudah meminta kepada para tokoh masyarakat di Lingkungan Banjar Kawan untuk terus mengimbau warganya agar mengandangkan atau merantai anjing peliharaannya. Jangan diliarkan demi mencegah peristiwa serupa terulang kembali,” tegas Kompol Sudarma Putra. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
gigitan anjing anjing gila bangli rabies HPR