Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diterjang Gelombang dan Air Laut Pasang, Dua WNA Rusia Terjebak di Tebing Pantai Padang-Padang Kuta Selatan

I Wayan Widyantara • Senin, 1 Juni 2026 | 03:34 WIB
SELAMAT: Petugas gabungan dari Satpolairud Polresta Denpasar, Basarnas Denpasar, dan Linmas Desa Pecatu melakukan evakuasi terhadap dua wisatawan asal Rusia yang terjebak di tebing Pantai Padang-Padang, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (30/5/2026) malam. (IST/radarbali.id)
SELAMAT: Petugas gabungan dari Satpolairud Polresta Denpasar, Basarnas Denpasar, dan Linmas Desa Pecatu melakukan evakuasi terhadap dua wisatawan asal Rusia yang terjebak di tebing Pantai Padang-Padang, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Sabtu (30/5/2026) malam. (ADRIAN SUWANTO/radarbali.id)

KUTA SELATAN, radarbali.jawapos.com – Dua warga negara asing (WNA) asal Rusia berhasil diselamatkan setelah sempat terjebak di tebing kawasan Pantai Padang-Padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Sabtu (30/5/2026) malam.

Proses penyelamatan melibatkan personel Pos Nusa Dua dan Unit Gakkum Satpolairud Polresta Denpasar bersama tim Basarnas Denpasar serta Linmas Desa Pecatu.

Kedua WNA ini diketahui berinisial KK, 23, dan AS, 22. Keduanya merupakan wisatawan asal Rusia yang sementara tinggal di White Villa by Manukyan, Jalan Raya Uluwatu, Gang Bendesa III, Ungasan, Kuta Selatan.

 Baca Juga: Perputaran Musim Kemarau Mulai Terasa, Suhu Udara di Bali Terasa Lebih Dingin

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 17.00 saat kedua korban tiba di Pantai Padang-Padang untuk menikmati suasana pantai.

Setelah tiba di lokasi, keduanya langsung berenang di perairan sekitar pantai.

Sekitar 30 menit kemudian, mereka memutuskan berjalan menyusuri bibir pantai sambil menikmati panorama matahari terbenam.

Namun situasi berubah ketika ombak laut tiba-tiba membesar dan menghantam kawasan tepian pantai.

Kondisi itu membuat kedua wisatawan tersebut kesulitan kembali ke jalur aman dan akhirnya terjebak di area pantai yang dikelilingi tebing.

Dalam upaya menyelamatkan diri, keduanya berusaha memanjat tebing Pantai Padang-Padang. Namun curamnya tebing membuat mereka tidak mampu mencapai bagian atas.

Dalam kondisi terjebak dan terancam oleh ombak yang terus membesar, korban AS kemudian menghubungi rekannya, Ruslan Gruzinslii, melalui aplikasi Telegram untuk meminta pertolongan.

 Baca Juga: Dramatis! Dua WNA Rusia Terjebak Tebing Cemongkak, Dievakuasi Pakai Helikopter

Setelah menerima pesan tersebut, Ruslan segera meminta bantuan kepada Wedy Salmanto. Informasi itu kemudian diteruskan kepada petugas penyelamat melalui layanan siaga Basarnas.

Mendapat laporan adanya wisatawan yang terjebak di tebing pantai, personel Pos Nusa Dua dan Unit Gakkum Satpolairud Polresta Denpasar langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Upaya penyelamatan juga melibatkan Tim Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas) serta Linmas Desa Pecatu.

Tim gabungan tiba dan melakukan koordinasi untuk menentukan metode evakuasi yang aman mengingat kondisi medan yang cukup ekstrem.

Tebing yang curam serta minimnya pencahayaan akibat malam hari menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Sekitar pukul 21.50, tim penyelamat berhasil menjangkau posisi kedua korban.

Dengan penuh kehati-hatian, petugas melakukan proses evakuasi hingga akhirnya kedua wisatawan tersebut berhasil dibawa ke lokasi yang aman.

 Baca Juga: Sebelas Tahun Bela Bali United, Yabes Roni Resmi Pamit dari Serdadu Tridatu

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan respons cepat tim gabungan menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelamatan tersebut.

”Begitu informasi diterima, personel kami bersama unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi. Medan yang cukup curam dan kondisi malam hari menjadi tantangan dalam proses evakuasi, namun berkat koordinasi yang baik seluruh unsur yang terlibat, kedua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Menurut dia, keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan tersebut. Petugas juga memastikan kondisi kedua korban setelah berhasil dievakuasi dari lokasi berbahaya.

”Korban atas nama AS tidak mengalami luka. Sementara korban KK mengalami luka lecet pada kedua lutut dan telapak tangan kiri akibat upaya menyelamatkan diri saat berada di tebing,” kata Iptu Adi Saputra Jaya.

Meski demikian, kedua korban menolak untuk dibawa ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Mereka mengaku dalam kondisi baik dan tidak mengalami cedera serius sehingga memilih kembali ke tempat menginap.

”Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban menyampaikan keberatan untuk dibawa ke rumah sakit karena merasa sehat dan luka yang dialami tidak serius. Mereka kemudian meminta untuk kembali ke villa tempat menginap,” jelasnya.

Polisi selanjutnya akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak tempat korban menginap untuk memperoleh informasi tambahan terkait keberadaan kedua wisatawan tersebut selama berada di Bali.

Selain itu, petugas juga akan meminta keterangan dari kedua korban guna melengkapi data peristiwa yang terjadi.

Iptu Adi mengimbau wisatawan maupun masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, pasang surut air laut, serta mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang di lokasi wisata.

”Kami mengingatkan seluruh wisatawan untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai. Jangan memaksakan diri berada di area yang berisiko, terutama saat kondisi ombak mulai tinggi atau menjelang malam hari,” tegasnya.***

Editor : M.Ridwan
#terjebak di tebing pantai #wna rusia #basarnas #Kuta Selatan