SEMARAPURA, Radar Bali.id – Nasib apes menimpa I Komang Sudira, 45, peternak ayam pedaging di Dusun Sidayu Tojan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
Kandang ayam miliknya hangus dilalap si jago merah pada Jumat (5 /6/2026) sekitar pukul 05.00 Wita. Kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada alat pemanas (brooder) yang dioperasikan secara intensif untuk menghangatkan bibit ayam yang baru datang.
Baca Juga: Kandang Ayam di Klungkung Ludes Terbakar, 8 Ribu Bibit Hangus, Miliaran Amblas
Informasi yang dihimpun, musibah ini bermula pada Kamis, 4 Juni 2026 sekitar pukul 24.00 Wita saat ribuan bibit ayam pedaging (day-old chick) tiba di lokasi dan langsung ditebar ke dalam kandang. Untuk menjaga suhu tubuh bibit ayam tetap hangat, alat pemanas pun dihidupkan.
Petaka baru disadari pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 05.00 Wita. Saksi Muhamad Hasan, 28, seorang pekerja kandang, mendadak mendapati aliran listrik di area kandang dalam posisi padam. Tak berselang lama, Hasan dikagetkan oleh munculnya kobaran api yang bersumber dari alat pemanas tersebut.
Melihat api mulai membesar, Hasan dengan sigap melakukan upaya pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya. Aksi cepat pekerja tersebut berhasil melokalisir perambatan api sehingga tidak sampai merembet ke seluruh bangunan utama.
"Kandang ayam yang terbakar tersebut memiliki ukuran kurang lebih 24 meter kali 8 meter dengan kapasitas total mencapai 9 ribu ekor ayam pedaging. Akibat kejadian ini, sebagian fasilitas kandang mengalami kerusakan parah dan ratusan bibit ayam ditemukan mati," ungkap Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, 47, seizin Kapolres Klungkung.
Akibat insiden pemadam listrik mendadak yang memicu korsleting ini, korban diperkirakan mengalami kerugian material mencapai Rp30 juta. Kerugian mencakup kematian sedikitnya 300 ekor bibit ayam pedaging, kerusakan total pada instalasi kelistrikan kandang, serta hangusnya dinding dan alas bangunan kandang.
”Sebelum kebakaran terjadi, sempat diketahui adanya gangguan berupa padamnya aliran listrik di lokasi kandang. Kondisi ketidakstabilan arus tersebut diduga memengaruhi sistem kerja pemanas maupun instalasi pendukung lainnya hingga memicu percikan api,” tandas Iptu Dewa Alit.[*]
Editor : Hari Puspita