Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gegara As Roda Patah saat Menanjak, Truk Muatan Batu Mendadak Mundur dan Menggilas Pemotor, Meninggal di Rumah Sakit

Francelino Junior • Senin, 8 Juni 2026 | 06:18 WIB

 

NAHAS DI JALANAN : Truk nahas ini asnya patah. Sialnya kejadian itu terjadi saat jalan menanjak, sehingga mengakibatkan kecelakaan.( Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)
NAHAS DI JALANAN : Truk nahas ini asnya patah. Sialnya kejadian itu terjadi saat jalan menanjak, sehingga mengakibatkan kecelakaan.( Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)

SINGARAJA, Radar Bali.id - Kecelakaan maut yang merenggut nyawa kembali terjadi di jalur tengkorak Kabupaten Buleleng.

Musibah ini terjadi gara-gara truk mengalami patah as roda saat melintasi jalanan menanjak, sebuah truk kehilangan kendali hingga bergerak mundur dan menggilas seorang pengendara sepeda motor di belakangnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut! Tabrak Bokong Truk, Pengendara Honda Vario Meninggal di Tempat

Korban pun dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya.

Baca Juga: Akhir dari Tragedi Travel Turis di Buleleng: Sopir Divonis 30 Bulan Penjara, Gegara Lakalantas Tewaskan Wisman asal Tiongkok

Insiden berdarah ini terjadi di Jalan Raya Singaraja-Bebetin Kilometer 14,7 tepatnya di wilayah Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng pada Sabtu, 6 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 Wita.

Kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan Isuzu Light Truck bernomor polisi DK 8177 TG yang dikemudikan oleh Gede Budayasa, 45, seorang warga Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Truk tersebut menghantam sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DK 4304 UBD yang dikendarai oleh Nengah Wardani, 49, warga setempat asal Desa Bebetin.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi pada Minggu, 7 Juni 2026 membeberkan kronologi peristiwa memilukan itu. Kejadian bermula ketika truk yang sarat bermuatan batu material dan sepeda motor Honda Scoopy tersebut sama-sama melaju dari arah utara (Singaraja) menuju ke arah selatan (Bebetin). Saat itu posisi truk berada di depan, sedangkan korban mengendarai motornya tepat di belakang truk.

”Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP) yang kondisinya merupakan jalan tanjakan, truk DK 8177 TG tiba-tiba mengalami patah as pendek. Akibatnya, pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya, sehingga truk langsung mundur bebas dan menabrak bagian depan sepeda motor Honda Scoopy DK 4304 UBD lalu terguling,” ujar Iptu Yohana Rosalin Diaz.

Kerasnya benturan yang datang secara tiba-tiba membuat korban, Nengah Wardani tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung terkapar di aspal.

Korban mengalami luka-luka yang sangat fatal, di antaranya patah pada tulang pinggul belakang, luka robek pada pinggul belakang, serta memar parah pada perut samping kanan.

”Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun Wardani akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RSUD Singaraja,” tandas Iptu Yohana.

Sementara itu, truk yang kehilangan keseimbangan akhirnya terguling dan memuntahkan seluruh muatan batunya ke tengah jalan. Posisi badan truk bahkan melintang hingga menutup seluruh akses jalan utama.

Beruntung, arus lalu lintas tidak lumpuh total karena kendaraan roda dua masih bisa melintas secara bergantian dengan memanfaatkan lahan tanah kosong di sebelah bahu jalan. Kasus laka lantas maut ini kini tengah ditangani intensif oleh Satuan Lalu Lintas Polres Buleleng.[*]

Editor : Hari Puspita
#lakalantas #musibah #kecelakaan maut #jalur tengkorak #buleleng