Minggu senja di Pantai Kuta yang biasanya dipenuhi tawa wisatawan berubah menjadi kepanikan. Dua bocah yang asyik bermain bola di bibir pantai mendadak hilang setelah terseret arus laut yang sedang pasang.
ANDRE SULLA
PERISTIWA memilukan itu terjadi Minggu (7/6) sekitar pukul 18.05 Wita. Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, Airlangga Andrianto, 13, dan Noval Aditya Saputra, 8, bermain bola di kawasan Pantai Kuta bersama teman-temannya.
Bola yang mereka mainkan beberapa kali terbawa ombak. Awalnya kedua bocah yang tinggal di Jalan Mataram, Kuta, itu masih bisa mengambilnya dan kembali ke bibir pantai. Namun nahas, saat bola kembali terlempar ke laut, keduanya berusaha mengejarnya.
Tak disangka, gelombang yang datang lebih besar menyeret tubuh mereka ke tengah laut.
Dalam hitungan detik, kedua bocah itu hilang dari pandangan. Teriakan warga dan pengunjung pantai pecah di tengah suasana senja yang mulai gelap. Informasi kejadian tersebut diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 18.50 Wita dari seorang warga bernama Asad.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) I Nyoman Sidakarya, S. H., menyatakan setelah mendapat laporan itu, enam personel SAR langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, tim segera melakukan pencarian. Namun kondisi malam yang gelap dan jarak pandang terbatas menjadi kendala utama.
Petugas hanya dapat melakukan penyisiran sepanjang garis pantai sambil berharap menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Selama beberapa jam, tim SAR bersama unsur gabungan menyusuri kawasan pesisir Kuta. Namun hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 22.00 Wita, hasilnya masih nihil.
Memasuki hari kedua pencarian, Senin pagi, operasi SAR kembali dilanjutkan dengan kekuatan lebih besar. Tim dibagi menjadi Search and Rescue Unit (SRU) darat dan SRU laut.
"SRU laut mengerahkan satu unit rubber boat untuk menyisir perairan sekitar lokasi kejadian," ungkapnya, Senin (8/6).
Sementara Balawista Kuta turut membantu menggunakan satu unit jetski guna mempercepat pencarian di area yang sulit dijangkau. Di daratan, petugas melakukan penyisiran ke arah selatan sejauh kurang lebih satu kilometer dari titik korban terakhir terlihat. Sedangkan tim laut merencanakan pencarian dalam area seluas sekitar tiga mil laut persegi.
Harapan keluarga masih tertuju pada upaya tanpa henti yang dilakukan tim gabungan. Di lokasi kejadian, sejumlah kerabat korban tampak menunggu dengan cemas sambil memantau perkembangan pencarian. Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Lalu Polsek Kuta, Polairud Polresta Denpasar, Babinpotmar, Balawista Kuta, Banser, Bali Rescue Community (BRC), keluarga korban hingga masyarakat setempat.
"Hingga kini, kedua bocah tersebut masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus berupaya menyisir perairan dan pesisir Pantai Kuta dengan harapan Airlangga dan Noval segera ditemukan," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan