TABANAN, Radar Bali.id - Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk kembali memakan korban akibat kecelakaan lalu lintas. Sebuah truk tronton bermuatan semen mengalami kecelakaan tunggal pada Rabu, 10/6/2026.
Baca Juga: Dua Insiden Beruntun di Mendoyo: Anggota TNI Hantam Truk Parkir, Truk Molen Terperosok ke Kebun
Kecelakaan yang diduga akibat rem blong dan kelebihan muatan ini sempat memicu kemacetan di jalur nasional tersebut.
Baca Juga: Hantam Bak Truk Tronton, Pengendara Vario Tanpa Identitas Tewas di Jalur Bypass
Informasi yang dihimpun, Truk Hino Tronton bernopol N 9086 UN tersebut mengalami kecelakaan tepat di kilometer 23, masuk wilayah Banjar Dinas Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Lokasi kejadian tepat berada di sebelah barat Jembatan Yeh Nu Penyalin sekitar pukul 11.10 wita.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski truk sempat oleng dan menghantam keras sebuah tiang provider internet serta pohon perindang, sopir dan kernet truk dilaporkan selamat tanpa luka serius.
Kapolsek Kerambitan Kompol I Kadek Ardika menjelaskan, Truk Hino tronton bermuatan semen tersebut dikemudikan oleh Ahmad Hoiri, 43, pria asal Banyuwangi, Jawa Timur. Peristiwa bermula ketika truk datang dari arah barat menuju timur atau dari jurusan Gilimanuk menuju Denpasar dengan kecepatan pelan.
"Namun, saat memasuki jalan turunan landai, mendadak sistem pengereman kendaraan truk tidak berfungsi alias blong," ujar Kompol Ardika.
Akibat rem yang tidak berfungsi, pengemudi kehilangan kendali. Kendaraan berbadan besar tersebut langsung oleng ke kiri dan menabrak pohon serta tiang provider yang berada di bahu jalan sebelah utara.
"Sopir dan kernet truk selamat dari kejadian itu," ungkapnya.
Dari hasil penyelidikan awal, selain faktor rem blong, kecelakaan tunggal ini diperkuat oleh beban muatan truk semen yang melebihi kapasitas, yakni mencapai 35 ton. "Saat ini tengah dilakukan proses evakuasi muatan dan penderekan truk agar jalur kembali normal," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita