KINTAMANI, Radar Bali.id – Petaka melanda kediaman I Dewa Ketut Rai, 70, seorang pensiunan PNS asal Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli. Bangunan dapur tradisional miliknya ludes dilahap si jago merah pada Minggu (14/6/2026).
Baca Juga: Ditinggal ke Sawah, Rumah Luh Suardani Ludes Terbakar, Segini Kerugiannya
Kejadian musibah ini berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita. Kebakaran diduga kuat dipicu oleh kondisi tungku kayu bakar yang ditinggalkan dalam keadaan menyala.
Baca Juga: Duh, Gegara Korslet Usai Tebar Bibit, Kandang Ayam di Sidayu Tojan Hangus Terbakar
Informasi yang dihimpun, musibah ini bermula ketika korban sedang memasak air hangat menggunakan tungku kayu bakar tradisional sekitar pukul 16.30 Wita.
Di tengah proses memasak, korban Rai justru pergi meninggalkan dapurnya untuk menuju ke ladang yang terletak di area belakang rumah.
Sekitar pukul 17.00 Wita, kerabat korban bernama I Dewa Alit Triatmaja mencium bau menyengat seperti kertas terbakar disertai kepulan asap dari arah dapur korban. Awalnya, saksi menduga korban memang sedang memasak atau membakar sampah karena melihat sepeda motor korban masih terparkir di rumah.
Namun, lantaran kepulan asap hitam yang muncul kian tebal dan membubung tinggi, Triatmaja bergegas mengecek langsung ke area emperan rumah korban.
Saat itulah ia terkejut melihat kobaran api sudah membesar dan melahap material bangunan dapur. Saksi pun langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar serta menghubungi petugas pemadam kebakaran.
”Pukul 17.20 Wita, dua unit mobil Damkar Kabupaten Bangli tiba di lokasi kejadian dan sekitar pukul 17.35 Wita api akhirnya berhasil dipadamkan secara total. Akibat peristiwa kebakaran tersebut, korban mengalami kerugian materiil diperkirakan mencapai sepuluh juta rupiah,” terang Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta saat dikonfirmasi pada Senin (15/6/2026).
Pihak kepolisian menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pemilik rumah juga telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menganggapnya murni sebagai musibah akibat kelalaian.[*]
Editor : Hari Puspita