Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Aduh! Wanita 32 Tahun Dianiaya Lalu Diperkosa Secara Sadis Sambil Mengancam Membunuh di Hotel Elitya

Andre Sulla • Selasa, 16 Juni 2026 | 19:59 WIB
TKP PERKOSAAN: Korban dugaan penganiayaan dan kekerasan seksual di Elitya Stay Bali, Jalan Tukad Badung XVIII B No.77, Senin (15/6) sekitar pukul 04.30 Wita. (IST/radarbali.id)
TKP PERKOSAAN: Korban dugaan penganiayaan dan kekerasan seksual di Elitya Stay Bali, Jalan Tukad Badung XVIII B No.77, Senin (15/6) sekitar pukul 04.30 Wita. (IST/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Subuh menakutkan menyelimuti terjadi kawasan Renon, Denpasar Selatan. Seorang wanita berinisial DAK, 32, asal Poasia, Kendari, menjadi korban dugaan penganiayaan sadis sekaligus kekerasan seksual yang dilakukan seorang pria berinisial N.

Peristiwa memilukan itu terjadi di Elitya Stay Bali, Jalan Tukad Badung XVIII B No.77, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 04.30 Wita. 

Informasi yang dihimpun di lingkungan penginapan, awalnya datang pria dikenal berinisial N. Pria itu masih dalam tahap pencarian polisi. Sebelumnya situasi mendadak berubah menjadi aksi kekerasan. 

Setibanya di depan kamar dia mengetuk pintu. Ketika pintu kamar dibuka, wanita ini bergegas menutup kembali namun dapat dibuka.

Baca Juga: Brutal! Diserang Lima Pria Misterius, Lelaki Sumba Babak Belur hingga Gigi Copot, Polisi Kejar Pelaku

Pria itu bergegas masuk dan langsung menarik tangan DAK secara paksa. Karena korban berusaha mempertahankan diri, pelaku merampas jam tangan pintar miliknya lalu membanting di lantai kamar hingga rusak.

Tak berhenti di situ, pelaku langsung menutup pintu dan melayangkan empat pukulan ke wajah korban. 

Dua tendangan keras juga menghantam bagian wajah dan kepala hingga korban tersungkur tak berdaya.

“Korban diseret masuk ke kamar dalam kondisi luka dan lemas,” ungkap seorang petugas penginapan saat dijumpai, Selasa (16/6/2026).

Di dalam kamar, situasi makin mencekam. Korban mengaku diancam akan dibunuh jika melawan atau berteriak. 

Dijelaskan sumber petugas, saat kejadian memang kamar penginapan hanya berisi beberapa tamu saja. Petugas jaga pun sedang beristirahat.

"Saya sendiri saat kejadian sedang tidak bertugas," beber petugas sembari meminta namanya dirahasiakan.

Lebih lanjut dikatakan, Dalam kondisi ketakutan dan mengalami luka serius, korban kemudian diduga diperkosa oleh pelaku.

Baca Juga: Daya Tampung SMP Negeri di Gianyar Lampaui Jumlah Lulusan SD Tahun Ini

"Korban mengaku diperkosa," beber sumber yang sama, mengutip keterangan korban.

Akibat kejadian itu, wanita ini mengalami luka memar berat di kedua mata, wajah bengkak, serta patah tulang hidung. Selain trauma fisik dan psikis, korban juga mengalami kerugian material sekitar Rp 4,5 juta akibat kerusakan barang pribadinya.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, korban melapor ke Polresta Denpasar pada sore harinya sekitar pukul 16.39 Wita. 

Terpisah, sumber petugas di lingkungan polresta membenarkan, bahwa kasus tersebut kini ditangani Unit Reskrim Polresta Denpasar dengan nomor laporan LP/B/354/VI/2026/SPKT/POLRESTA DENPASAR/POLDA BALI.

"Saat ini polisi masih memburu terduga pelaku yang identitasnya telah dikantongi," tutup sumber petugas.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., membenarkan terkait adanya laporan kepolisian mengenai peristiwa tersebut.

Saat dikonfirmasi, pihaknya menyatakan bahwa laporan dari korban telah resmi diterima dan kini tengah ditangani secara serius oleh satuan fungsi terkait.

"Benar, laporan terkait kejadian tersebut sudah kami terima di Polresta Denpasar. Saat ini tim penyidik sedang bekerja di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi," ujar IPTU I Gede Adi Saputra, Selasa (16/6/2026).

Ia menegaskan bahwa aparat kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus ini. 

Proses penyelidikan dan pendalaman akan terus berjalan secara intensif demi mengungkap titik terang serta memburu keberadaan pelaku.

"Kami pastikan proses penyelidikan terus berjalan secara maksimal. Anggota kami di lapangan sedang berupaya keras untuk mengungkap motif sekaligus menangkap pelaku," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#penganiayaan sadis #Elitya Stay Bali #pemerkosaan