NEGARA, Radar Bali.id – Ancaman serius terhadap satwa laut dilindungi di pesisir barat Bali kembali menjadi sorotan.
Dalam dua hari berturut-turut, dua ekor penyu lekang alias Lepidochelys olivacea ditemukan terdampar dalam kondisi mati mengenaskan di Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana.
Baca Juga: Nyasar ke Saluran Irigasi Subak Umadewa, Penyu Lekang Langka Dievakuasi ke Penangkaran Saba Asri
Koordinator Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, I Wayan Anom Astika, 48, menjelaskan bahwa penyu pertama ditemukan terdampar dan tersangkut di bebatuan senderan Pantai Perancak pada hari Rabu (17/6/2026) lalu, persis di depan lokasi kelompok pelestari.
Baca Juga: Penyu Lekang Ukuran Jumbo Ditemukan Mati di Pantai Yehembangbas
"Evakuasi dilakukan bersama mahasiswa dari Singapura. Sebelum dikubur, kami lakukan identifikasi awal," jelas Anom Astika.
Hasil identifikasi menunjukkan penyu tersebut berjenis lekang, berkelamin jantan, dengan perkiraan umur sekitar 20 tahun. Ukuran karapas tercatat panjang 64 sentimeter dan lebar 62 sentimeter. Kondisi fisik penyu sudah rusak sekitar 60 persen dan diperkirakan telah mati kurang lebih 14 hari sebelum ditemukan.
Setelah proses identifikasi, bangkai penyu langsung dikubur di lokasi yang aman.
Sehari berselang, pada hari Kamis (18/6/2026), satu ekor penyu lekang jantan kembali ditemukan terdampar mati di lokasi yang sama.
Penyu kedua memiliki ukuran karapas lebih besar, dengan panjang 72 sentimeter dan lebar 70 sentimeter. Berdasarkan kondisi fisik, penyu tersebut diperkirakan telah mati sekitar tujuh hari.
Penyebab kematian kedua satwa tersebut belum dapat dipastikan. "Karena kondisinya sudah mengeluarkan bau menyengat, penanganan dilakukan cepat dengan langsung mengubur bangkai penyu," tambahnya.
Anom Astika menyebut temuan beruntun ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan kawasan pesisir serta kesadaran bersama untuk menjaga ekosistem laut.
Pihaknya berharap adanya dukungan berkelanjutan dari masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melindungi penyu yang merupakan satwa dilindungi. "Kami akan terus berupaya melakukan penyelamatan dan edukasi agar kejadian serupa bisa ditekan," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita