Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Geger Mayat Pria Misterius di Sungai Ayung Ubud, Proses Evakuasi Sempat Ditolak, Ini Alasannya

Ida Bagus Indra Prasetia • Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:02 WIB
DIEVAKUASI DARI LOKASI TEMUAN : Petugas dari Gianyar membawa jasad tanpa identitas melintasi wilayah Badung.

 (foto: BPBD Gianyar)
DIEVAKUASI DARI LOKASI TEMUAN : Petugas dari Gianyar membawa jasad tanpa identitas melintasi wilayah Badung.  (foto: BPBD Gianyar)

 

GIANYAR, Radar Bali.id – Warga di kawasan pariwisata internasional Ubud mendadak geger.

Sesosok mayat pria tanpa baju ditemukan dalam kondisi tersangkut di antara celah bebatuan Sungai Ayung, wilayah Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Gianyar. 

Baca Juga: Jejak Maut di Hutan Mangrove Benoa: Temuan Dua Jenazah Pria Tewas Mengenaskan dengan Luka Bakar

Jenazah Mr. X yang belum diketahui identitasnya tersebut pertama kali ditemukan pada Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 10.10 Wita.

Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara saat dikonfirmasi menjelaskan, penemuan jasad berawal saat salah seorang karyawan Hotel Mandapa Ubud, I Gede Budiarta, 34, sedang melaksanakan kegiatan rutin membersihkan area di sekitar bantaran Sungai Ayung. Saat asyik membersihkan sampah, pandangan saksi mendadak tertuju pada sebuah benda aneh.

Baca Juga: Heboh Temuan Mayat! Jasad Warga Nusa Penida Ini Ditemukan di Cubang

Saksi awalnya mengira benda tersebut hanyalah seonggok akar pohon yang hanyut dan tersangkut di sela-sela bebatuan sungai. ”Namun setelah didekati dan dicek dari jarak dekat, saksi tersentak kaget karena mengetahui benda itu ternyata sesosok mayat manusia yang mengambang dan tersangkut di antara bebatuan Sungai Ayung,” terang Kompol Wayan Putra Antara, Jumat (19/6/2026).

Temuan mengejutkan itu langsung dilaporkan kepada Chief Security Hotel Mandapa Ubud, I Putu Awan Setiana. Usai melakukan pengecekan bersama dan memastikan bahwa objek tersebut benar-benar jenazah manusia, pihak manajemen hotel langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Kedewatan yang kemudian meneruskan laporan darurat tersebut ke mapolsek Ubud.

Mendapat laporan warga, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gianyar bersama petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gianyar langsung meluncur ke lokasi dan tiba sekitar pukul 11.45 Wita untuk melakukan proses evakuasi.

Sayangnya, proses evakuasi kemanusiaan terhadap jasad korban sempat diwarnai aksi penolakan dan menemui kendala non-teknis di lapangan. Ironisnya, kendala tersebut datang dari pihak pengusaha dan pemilik lahan yang berada di wilayah Gianyar. Mereka bersikeras melarang petugas membawa jenazah melintasi area tanah atau kawasan akomodasi milik mereka.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta. Saat timnya sudah siap mengangkat jasad korban ke darat, mereka terbentur izin perlintasan. ”Beberapa pihak (pengusaha) melarang tim melintas di kawasannya,” ungkap Dibya Presasta dengan nada kecewa.

Enggan berdebat kusir di lokasi, aparat kepolisian dan petugas BPBD langsung mengambil langkah taktis. Setelah melakukan dialog kilat, petugas akhirnya memutuskan mengubah rute evakuasi.

Jenazah tersebut terpaksa ditarik menyusuri jalur aliran Sungai Ayung ke arah hilir, menuju wilayah seberang, yakni Banjar Tegal Kuning, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Dari titik itulah jenazah baru bisa dinaikkan ke mobil ambulans.

Berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan luar (visum et repertum awal) di lokasi, korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, hanya mengenakan celana pendek, dan tidak mengenakan baju. Saat ditemukan, kondisi jasad sudah dalam keadaan kaku.

”Untuk penyebab pasti kematian korban sejauh ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut di rumah sakit. Sementara untuk identitas korban sendiri juga masih dalam proses penyelidikan intensif,” imbuh Kapolsek Ubud.

Saat ini, personel Unit Reskrim Polsek Ubud bersama Tim Identifikasi Satreskrim Polres Gianyar masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti guna mengungkap jati diri korban.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera menghubungi Polsek Ubud, Polres Gianyar, atau langsung mengecek ke kamar jenazah RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.[*]

Editor : Hari Puspita
#mayat pria #evakuasi jenazah #Ubud Gianyar #temuan jenazah #polres gianyar