GIANYAR, Radar Bali.id – Penemuan jenazah pria di Tukad Ayung, Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud yang awalnya ditulis tanpa identitas alias Mr. X akhirnya terkuak.
Korban diketahui bernama Supandi alias Tomo, 32, warga Rogojampi, Banyuwangi. Korban diketahui baru seminggu bekerja di proyek vila wilayah Desa Kedewatan, Ubud.
Baca Juga: Sudah Dua Orang Mengecek, Identitas Jenazah Mr. X Temuan di Pantai Gilimanuk Belum Terungkap
Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara mengatakan, identitas korban berhasil diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang merupakan rekan kerja korban di proyek vila tersebut.
Baca Juga: Jejak Maut di Hutan Mangrove Benoa: Temuan Dua Jenazah Pria Tewas Mengenaskan dengan Luka Bakar
Identifikasi itu dikuatkan dengan penyelidikan terhadap mandor proyek, Choirul Anam, 42.
Saksi melihat korban terakhir terlihat bekerja pada Kamis, 18 Juni 2026. Saat itu Supandi datang ke proyek sekitar pukul 09.30 Wita dan bekerja hingga pukul 17.00 Wita. Saat bekerja, korban Supandi mengenakan kaos berwarna hitam dan celana pendek.
Sementara itu, karyawan proyek lainnya, Betaf Halil Akbar, 54, mengaku terakhir melihat korban pada Kamis, 18 Juni 2026 sore sekitar pukul 15.00 Wita saat berjalan menuju bedeng pekerja yang berada di bawah proyek.
”Dari hasil penyelidikan, polisi juga menemukan informasi bahwa beberapa hari sebelum kejadian, tepatnya Minggu, 14 Juni 2026, korban sempat mengajak saksi untuk memancing di Sungai Ayung yang berada di sebelah barat proyek,” ujar Kapolsek Ubud pada Senin, 22 Juni 2026.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan keterkaitan pernyataan tersebut dengan peristiwa tragis yang menimpa korban. ”Berdasarkan keterangan para saksi, selama sekitar satu minggu bekerja di proyek vila tersebut, korban diketahui tidak pernah terlibat pertengkaran maupun perselisihan dengan pekerja lainnya,” terangnya.
Sementara itu, pihak keluarga telah bertemu dengan mandor proyek. ”Keluarga tidak menuntut atas kematian korban Supandi. Keluarga ingin agar jenazah dapat dipulangkan per hari ini untuk dikebumikan,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, keluarga meminta pertanggungjawaban dari pihak mandor. ”Untuk biaya kepulangan jenazah dan mandor menyanggupi permintaan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, jenazah pria tanpa identitas ditemukan di aliran Sungai Ayung wilayah Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, pada Jumat, 19 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 Wita. Evakuasi oleh BPBD Gianyar dilakukan dengan menggunakan jalur Bongkasa, Badung. [*]
Editor : Hari Puspita