Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tabrakan Maut Hiace versus Pikap di Jalur Tengkorak Pancasari, Lansia Asal Cirebon Tewas Mengenaskan

Francelino Junior • Rabu, 24 Juni 2026 | 08:35 WIB
KECELAKAAN MAUT : Kondisi seusai tabrakan di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. (Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali) 

 
KECELAKAAN MAUT : Kondisi seusai tabrakan di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. (Foto: Polres Buleleng untuk Radar Bali)   

SINGARAJA, Radar Bali.id - Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) maut kembali mengguncang jalur tengkorak Jalan Raya Singaraja-Denpasar.

Baca Juga: Duh, Tragedi di Jalur Tengkorak: Adu Jangkrik Dua Truk di Selemadeg, Satu Penumpang Tewas Terjepit

Peristiwa maut ini tepatnya terjadi di KM 24,8 wilayah Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.

Baca Juga: Petaka di Jalur Tengkorak, Adu Jangkrik Beat vs NMAX di Selemadeg, Satu Pemotor Tewas

Ganasnya jalur ini kembali memakan korban jiwa setelah dua orang dinyatakan tewas di tempat. Untuk diketahui, titik lokasi kecelakaan ini merupakan lokasi yang sama dengan insiden maut yang melibatkan minibus Isuzu dan truk Hino pada tahun 2022 silam.

Baca Juga: Tragis! Adu Jangkrik di Jalur Tengkorak, Selemadeg, Minibus Terjun ke Jurang 10 Meter, Sopir dan Balita Tewas

Tragedi berdarah kali ini melibatkan minibus Toyota Hiace dengan nomor polisi (nopol) DK 7069 JF yang dikemudikan oleh Redemtus Kenjam, 24, pemuda asal Kabupaten Timur Tengah Utara, NTT.

Minibus tersebut menghantam mobil Suzuki Pikap nopol DK 8241 YU yang dikemudikan oleh Indrawati Setiabudi, 62, seorang perempuan asal Kota Cirebon, Jawa Barat.

Kronologi kejadian bermula saat minibus Toyota Hiace melaju kencang dari arah selatan (Denpasar) menuju ke arah utara (Singaraja).

 Di dalam minibus tersebut, terdapat satu orang penumpang bernama Hendry, 32, warga asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Mengingat jarum jam masih menunjukkan pagi hari, kondisi arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian saat itu terbilang cukup sepi.

Nahas, saat minibus mendekati TKP, tiba-tiba muncul mobil pikap Suzuki yang dikemudikan Indrawati keluar dari pekarangan rumah menuju jalan raya. Mobil pikap tersebut bergerak dari arah barat ke timur, lalu memotong jalur hendak berbelok ke arah selatan.

Dengan kata lain, pikap tersebut tengah menyeberang memotong Jalan Raya Singaraja-Denpasar. Di dalam mobil pikap itu, Indrawati tidak sendiri, ia ditemani oleh Hidajat Maruta, 81, seorang pria lansia yang juga berasal dari Kota Cirebon.

”Karena posisi mobil pikap sudah terlanjur berada di tengah jalan, sementara jarak dengan minibus Hiace yang melaju kencang sudah sangat dekat, tabrakan hebat pun akhirnya tidak dapat terhindarkan,” ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz.

Benturan keras (adu jangkrik) tersebut mengakibatkan kedua kendaraan roda empat ini terlempar dramatis ke sisi timur jalan hingga ringsek. Posisi mobil pikap teronggok di sebelah utara menjepit di antara tiang rambu lalu lintas dan tembok pembatas.

Sedangkan minibus Hiace tertahan di sebelah selatannya dengan posisi badan mobil setengah miring. Akibat peristiwa ini, arus lalu lintas jalur Denpasar-Singaraja sempat mengalami kemacetan dan tersendat.

Kerusakan parah terlihat pada bodi depan minibus Hiace yang ringsek tak berbentuk. Sementara mobil Suzuki pikap mengalami kerusakan parah pada bodi samping kanan depan, kaca depan hancur berantakan, serta bodi depan penyok total. Kerugian material akibat insiden ini ditafsir mencapai Rp20 juta.

Tragisnya, dari sejumlah rekaman video amatir warga yang beredar luas di media sosial, terlihat dua orang korban dari mobil pikap sudah terkapar bersimbah darah di pinggir jalan. Indrawati Setiabudi dilaporkan mengalami luka memar parah pada kepala bagian kiri belakang, keluar darah segar dari mulut, serta mengalami patah tulang pada tangan kanan. Sementara penumpangnya, Hidajat Maruta, mengalami luka robek menganga pada kepala bagian kiri.

”Kedua korban dari mobil pikap tersebut dinyatakan meninggal dunia di tempat oleh tim medis dari Puskesmas Sukasada II yang tiba di lokasi,” imbuh Iptu Yohana.

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa laka lantas maut ini terjadi akibat kurang hati-hatinya pengemudi Suzuki pikap DK 8241 YU.

Pengemudi pikap diduga kurang memperhatikan situasi arus lalu lintas dan tidak memberikan prioritas jalan kepada minibus Hiace DK 7069 JF yang datang lurus dari arah utama (selatan). [*]

Editor : Hari Puspita
#singaraja- denpasar #lakalantas #kecelakaan maut #tabrakan adu jangrik #polres buleleng