Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cuaca Buruk dan Libur Sekolah Menambah Krodit Penyeberangan, Antrean Kendaraan Mengular hingga Jalan Nasional Ketapang

Muhammad Basir • Kamis, 25 Juni 2026 | 06:48 WIB
ANTREAN PADAT : Suasana di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi beberapa waktu lalu. (foto:Radar Banyuwangi)
ANTREAN PADAT : Suasana di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi beberapa waktu lalu. (foto:Radar Banyuwangi)

NEGARA, Radar Bali.id – Proses penyeberangan di Selat Bali hingga saat ini masih terkendala cuaca buruk. Kondisi ini memicu penumpukan dan antrean kendaraan yang cukup panjang di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Baca Juga: Akhir Pekan Jalur Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Sempat Mengular, ASDP Sebut Masih Batas Wajar

Bahkan, ekor antrean kendaraan yang hendak masuk ke pelabuhan dilaporkan mengular hingga ke ruas Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura).

Antrean panjang tersebut didominasi oleh kendaraan logistik atau truk barang yang akan menyeberang menuju Pulau Bali. Sebaliknya, situasi kontras justru terpantau di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Arus kendaraan yang hendak keluar dari Pulau Bali menuju Jawa terpantau lengang dan mengalir lancar tanpa ada antrean yang berarti.

Informasi yang dihimpun, kemacetan di Pelabuhan Ketapang ini sejatinya telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir, tepatnya sejak hari Sabtu (21/6/2026) lalu. Hingga kemarin, antrean panjang kendaraan yang mengarah ke Bali belum juga terurai.

”Antrean kendaraan masih terjadi sampai sekarang. Cuma polanya antrean bolong-bolong (tidak rapat total),” kata Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang Felfian.

Bintang memaparkan bahwa pemicu utama dari kemacetan ini adalah kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang sangat tidak stabil dalam sepekan terakhir. Fenomena alam ini ditandai dengan arus laut bawah yang cukup kuat disertai angin kencang, sehingga sangat mengganggu pola operasional dan manuver kapal saat bersandar.

Pihak ASDP menegaskan terus melakukan berbagai langkah taktis agar layanan penyeberangan bisa kembali normal secepatnya. ”Salah satunya dengan melakukan penyesuaian pada proses bongkar-muat kapal demi menjaga keselamatan pelayaran di tengah cuaca ekstrem yang belum kondusif ini,” imbuhnya.

Selain faktor alam, lonjakan volume kendaraan yang cukup signifikan juga memperparah keadaan. Hal ini terjadi lantaran bertepatan dengan masa libur panjang sekolah. Kondisi ini membuat arus wisatawan mandiri yang menuju ke Bali meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.

Sebagai langkah mitigasi cepat untuk mengurai kemacetan, pihak ASDP telah menambah satu unit kapal perbantuan jenis LCM dengan menerapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat untuk mempercepat mobilisasi kendaraan. Selain itu, KMP Pratitha juga disiagakan dan dioperasikan khusus di dermaga ponton guna membantu mempercepat penyeberangan, terutama untuk kendaraan roda dua.

Pihak ASDP mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan agar tetap bersabar, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan menyeberang Selat Bali. [*]

Editor : Hari Puspita
#liburan sekolah #pelabuhan ketapang banyuwangi #pelabuhan gilimanuk #antrean panjang #cuaca buruk