Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

“Pahit” Kuningan, Rumah Lansia Nahas di Tabanan Ini Ludes Terbakar saat Ditinggal ke Sawah

Juliadi Radar Bali • Senin, 29 Juni 2026 | 02:28 WIB
DILALAP API : Kondisi rumah milik I Ketut Mustada warga Desa Sudimara, Tabanan yang terbakar saat Hari Raya Kuningan. (ist)
DILALAP API : Kondisi rumah milik I Ketut Mustada warga Desa Sudimara, Tabanan yang terbakar saat Hari Raya Kuningan. (ist)

TABANAN, Radar Bali .id– Nasib apes nan memilukan menimpa I Ketut Mustada, warga Banjar Dinas Sudimara Kaja, Desa Sudimara, Tabanan.

Baca Juga: Ditinggal ke Sawah, Rumah Luh Suardani Ludes Terbakar, Segini  Kerugiannya

Rumah tinggalnya ludes dilahap si jago merah tepat pada Hari Raya Kuningan, Sabtu, 27 Juni 2026. Akibat musibah kebakaran tersebut, korban yang merupakan seorang lansia ini harus menelan kerugian material yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Tabanan, Kompol I Made Berata mengonfirmasi bahwa peristiwa kebakaran yang melanda rumah berukuran 12x6 meter milik I Ketut Mustada, 61, tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 wita.

Kobaran api pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang kebetulan melintas di depan rumah tersebut.

”Kala itu, tetangga korban baru saja pulang dari ladang. Saksi terkejut karena melihat sudah ada kobaran api yang membesar dari dalam kamar rumah milik korban. Kamar tersebut biasanya digunakan sebagai gudang untuk menyimpan alat-alat upacara keagamaan atau banten,” ujar Kompol Berata saat dikonfirmasi pada Minggu (28/6/2026).

Melihat api yang terus membesar dan sulit dipadamkan dengan alat seadanya, tetangga korban langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Setidaknya, empat armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Tabanan diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan amuk si jago merah. Setelah berjuang keras, api baru bisa dipadamkan total sekitar pukul 12.00 wita.

”Untuk korban sendiri kebetulan sedang tidak ada di rumah saat kebakaran terjadi, sehingga tidak ada korban jiwa,” ungkap Kompol Berata.

Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian menegaskan masih melakukan proses penyelidikan mendalam. Namun, dugaan sementara, api dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik di area gudang banten tersebut.

Atas kejadian ini, korban menderita kerugian materi sekitar Rp100 juta karena selain bangunan fisik rumah yang terbakar, seluruh barang berharga di seisi rumah juga ikut ludes menjadi arang.

Sebagai bentuk respons cepat terhadap warganya yang tertimpa musibah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan telah turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan darurat.

Bantuan yang diserahkan langsung kepada korban meliputi paket sembako, kasur lipat, matras, tikar, hingga kompor gas untuk memenuhi kebutuhan dasar sementara.

”Korban sudah kami mintai keterangan. Namun, pihak korban memilih untuk tidak melanjutkan kasus ini ke proses hukum dan mengikhlaskan kejadian ini murni sebagai musibah,” pungkas Kompol Berata. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#damkar #hari raya kuningan #tabanan #rumah terbakar #kebakaran