SINGARAJA, Radar Bali.id - Peristiwa kebakaran hebat melanda Warung Makan Babi Guling De Bolot yang terletak di pinggir Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.
Baca Juga: Ditinggal ke Ladang Saat Masak Air Hangat, Dapur Pensiunan PNS di Tembuku Ludes Terbakar
Insiden itu terjadi pada Minggu, 28 Juni 2026 sekitar pukul 18.00 Wita dan mengakibatkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Warung makan tersebut diketahui milik Gede Sedana Yasa, 40, alias De Bolot, warga setempat. Berdasarkan penuturan sejumlah saksi di lokasi kejadian, petaka bermula sekitar pukul 17.30 Wita. Saksi I Gede Weca, 64, tiba-tiba melihat kepulan asap tebal dari sebelah timur rumahnya disertai bau hangus yang menyengat. Hanya berselang sepuluh menit kemudian, api mendadak berkobar hebat di bagian atap warung hingga merembet ke pohon pinang di dekatnya.
”Menurut saksi Gusti Ayu Putri Maharani, 23, yang terakhir keluar dari warung makan, kompor sebenarnya sudah dalam keadaan mati. Tetapi saksi lupa mengecek dula (tempat bara api tradisional/tungku) masih hidup atau sudah mati. Menurutnya juga, tidak ada tanda-tanda korsleting listrik,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi pada Senin, 29 Juni 2026.
Melihat api yang dengan cepat membesar, tetangga sekitar langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng. Menerima laporan tersebut, Regu 4 dari Pos Pemadam Kebakaran Seririt langsung dikerahkan ke lokasi.
Petugas damkar dibantu masyarakat sekitar bergegas melakukan upaya pemadaman total. Kendati demikian, amukan si jago merah terlanjur menghanguskan ruang makan dan melumat habis seluruh bagian atap warung. Akibat kejadian ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta, sementara penyebab pasti kebakaran masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
”Upaya pemadaman di lokasi dilakukan selama satu jam 15 menit dengan menghabiskan dua tangki air,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, I Gede Arya Suardana. [*]
Editor : Hari Puspita