TABANAN, Radar Bali.id - Misteri identitas mayat Mr. X yang ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di kawasan hutan Banjar Dinas Gunung Sari Uma Kayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan pada hari Minggu (28/6/2026) lalu, akhirnya mulai menemui titik terang.
Dari hasil penyelidikan intensif Kepolisian Polres Tabanan, kuat dugaan bahwa jasad tersebut merupakan seorang warga negara asing (WNA) asal Afrika Selatan.
Informasi penting tersebut dibeberkan langsung oleh Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati saat ditemui usai memimpin apel upacara HUT Bhayangkara di Lapangan Dangin Carik, Tabanan pada hari Rabu (1/7/2026).
Untuk memastikan penyebab kematian dan memperkuat identitas korban, polisi menjadwalkan proses otopsi jenazah pada hari Kamis (2/7/2026) di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.
"Terkait identitas korban, dugaan kuat kami yang bersangkutan adalah warga negara asing berkebangsaan Afrika Selatan. Tapi ini masih dugaan awal. Kami baru bisa memperkuat hal tersebut secara ilmiah berdasarkan data forensik kedokteran setelah proses otopsi rampung dilakukan," tegas AKBP I Putu Bayu Pati pada hari Rabu (1/7/2026).
AKBP Bayu Pati memaparkan, petunjuk mengenai identitas Mr. X ini berhasil digali dari keterangan sejumlah saksi, termasuk pemilik homestay di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, tim penyidik mendapatkan terobosan besar lewat pelacakan digital forensik terhadap ponsel milik korban yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
Saat pertama kali diamankan petugas, ponsel tersebut dalam keadaan mati total. Namun, setelah diupayakan oleh tim digital forensik, ponsel berhasil diaktifkan kembali.
"Kami akhirnya berhasil menemukan identitas ID yang muncul pada handphone tersebut. Setelah kami lakukan pencocokan data pelintasan korban di pihak Imigrasi, hasilnya menunjukkan bahwa korban memang warga negara Afrika Selatan," imbuh perwira melati dua di pundak ini.
Berbekal temuan tersebut, Polres Tabanan langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak konsulat jenderal negara terkait untuk membantu menghubungi pihak keluarga korban di negara asalnya. Dari hasil penelusuran lebih lanjut, terungkap fakta bahwa sebelum ditemukan tewas di hutan Jatiluwih, WNA tersebut sempat menginap di salah satu homestay di wilayah Kabupaten Gianyar.
Berdasarkan riwayat informasinya, korban diketahui datang berlibur ke Bali secara mandiri alias backpacker.
Bahkan, ia dikabarkan telah menjual aset tempat tinggalnya di Afrika Selatan karena memiliki niat kuat untuk pindah dan menetap lama di Pulau Dewata.
Adapun keberadaannya di kawasan hutan Penebel diduga kuat karena korban berencana melakukan pendakian ke Gunung Batukaru. Hal ini diperkuat dengan jenis pakaian serta perlengkapan seragam mendaki yang melekat pada tubuh korban saat pertama kali ditemukan.
"Semua keterangan saksi dan petunjuk digital dari ponsel ini nantinya tetap akan kami sinkronisasikan dengan hasil laboratorium forensik serta konfirmasi dari keluarga korban. Kami akan meminta data ciri fisik yang lebih spesifik dari keluarga, seperti kepemilikan tahi lalat, tanda tato, atau kecocokan silsilah keluarga yang merasa kehilangan anggota," pungkas AKBP Bayu Pati.[*]
Editor : Hari Puspita