Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Misteri Jasad Mengapung di Sungai Tanpa Busana, Kalung Emas 70 Gram Raib, Diduga Kuat Dibunuh

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 3 Juli 2026 | 00:47 WIB
MENGENASKAN: Penemuan jenazah I Nyoman Cita di Sungai Tukad Bubuh, perbatasan Desa Negari dengan Desa Lepang, Kecamatan Banjarangkan. (Foto: Humas Polres Klungkung)
MENGENASKAN: Penemuan jenazah I Nyoman Cita di Sungai Tukad Bubuh, perbatasan Desa Negari dengan Desa Lepang, Kecamatan Banjarangkan. (Foto: Humas Polres Klungkung)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Misteri hilangnya seorang pengusaha kuliner asal Kabupaten Klungkung, I Nyoman Cita, 50, akhirnya terjawab dengan tragis.

Baca Juga: Ya Tuhan! Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Mengambang di Tukad Mati Kuta, Korban Akibat Pasangan Gelap?

Pria asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan yang sebelumnya dinyatakan hilang setelah pamit untuk menghilangkan penat pada Rabu (1/7/2026) sore, akhirnya ditemukan pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 07.30 Wita.

Baca Juga: Heboh Temuan Mayat! Misteri Kerangka Berjaket di Hutan Gunung Sari, Diduga Kuat Jasad WNA

Cita yang akrab disapa Pak Man Colik itu ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan sejumlah luka robek mencurigakan di tubuhnya. Jasadnya mengapung di aliran Sungai Tukad Bubuh, tepatnya di perbatasan antara Desa Negari dengan Desa Lepang, Kecamatan Banjarangkan.

I Ketut Buda Ana, 42, adik kandung korban menuturkan, peristiwa memilukan itu bermula ketika korban izin keluar rumah untuk menghilangkan penat kepada istrinya, Ni Wayan Yeni, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Namun hingga pukul 20.00 Wita, korban tidak kunjung pulang ke rumah.

Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, istri dan anak korban mulai gelisah dan mencoba menelepon berulang kali. Lantaran telepon tidak direspons, anak korban akhirnya mendatangi rumah Buda Ana untuk meminta bantuan mencari keberadaan sang ayah.

”Ibunya (Yeni, Red) kemudian menelepon disuruh mencari ke sungai di kawasan Pesona Lepang. Biasanya di sana dia (korban, Red) memang suka berendam kalau sedang penat. Dicarilah ke sana sama ponakan saya, dan memang ditemukan sepeda motornya di sana dalam kondisi stang terkunci,” terang Buda Ana saat ditemui di depan kamar jenazah RSUD Klungkung pada Kamis (2/7/2026).

Sayangnya, sosok korban tidak terlihat di lokasi. Pihak keluarga yang melakukan penyisiran mandiri malam itu tidak kunjung menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Lantaran situasi gelap gulita, pihak keluarga sempat memanggil orang pintar (paranormal) untuk membantu pencarian. Namun hingga dini hari, hasil tetap nihil.

”Mengingat kondisi sudah larut malam, minimnya penerangan, serta adanya pertimbangan keselamatan tim di lapangan, proses pencarian sempat dihentikan sementara dan direncanakan untuk dilanjutkan pada keesokan harinya,” terang Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa.

Pencarian besar-besaran kembali dilanjutkan pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 07.00 Wita oleh personel Polsek Banjarangkan bersama tim gabungan dan masyarakat setempat. Saat melakukan penyisiran dari atas jembatan yang melintasi aliran sungai sekitar pukul 07.30 Wita, mata adik korban, Buda Ana, mendadak tertuju pada sesosok tubuh yang mengapung di sungai.

Temuan itu pun langsung dilaporkan ke Polsek Banjarangkan. ”Selanjutnya, petugas bersama tim gabungan mendatangi lokasi penemuan dan melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan di TKP, ditemukan sesosok mayat dalam posisi telungkup di aliran sungai,” ujar Iptu Purnawibawa.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju ruang jenazah RSUD Klungkung. Berdasarkan pemeriksaan visual luar, pada tubuh korban ditemukan beberapa luka robek yang mengerikan, tepatnya pada bagian pinggang belakang sisi kiri dan kanan, serta pada bagian perut depan.

Pihak kepolisian awalnya menduga korban meninggal setelah mengalami luka robek tersebut lalu hanyut dan tenggelam. Namun, polisi tidak menampik adanya indikasi lain. ”Luka yang ditemukan pada tubuh korban diduga kuat merupakan akibat dari tindak kekerasan. Namun demikian, untuk memastikan penyebab pasti kematian, perlu dilakukan pemeriksaan dalam dan uji forensik (autopsi) oleh tim kedokteran forensik sehingga dapat diketahui secara ilmiah penyebab serta mekanisme kematian korban,” tegas Purnawibawa.

Di sisi lain, sang adik, Buda Ana, meyakini jika luka di tubuh kakaknya merupakan luka bekas tusukan senjata tajam. Yakni dua luka tusukan di punggung dan satu tusukan di bagian perut. Demi mengungkap tabir ini, pihak keluarga sepakat meminta autopsi di RS Prof Ngoerah, Denpasar. Jenazah langsung digeser ke Denpasar pada Kamis siang. ”Ada dugaan kuat dibunuh,” cetus Buda Ana dengan nada geram.

Kecurigaan aksi pembunuhan berencana atau perampokan ini semakin menguat setelah pihak keluarga memeriksa barang berharga korban. Korban yang sehari-hari dikenal kerap menggunakan perhiasan emas mencolok berupa kalung dan beberapa cincin, ternyata kehilangan harta bendanya.

Saat jenazah ditemukan, kalung beserta liontin emasnya sudah raib dari leher korban. Hanya tersisa dua cincin emas yang masih melekat erat di jarinya. ”Rantai kalungnya saja itu beratnya 70 gram. Kalau liontinnya berbentuk emas antam, saya kurang tahu persis beratnya,” imbuh Buda Ana.

Kondisi korban saat ditemukan pun sangat ganjil karena tanpa sehelai benang pun alias telanjang bulat. Sementara smartphone (HP) dan sandal jepit korban ditemukan rapi di tepi sungai wilayah Pesona Lepang. Anehnya, pakaian berupa baju, celana, hingga pakaian dalam korban lenyap misterius.

”Personel kami masih melakukan penelusuran menyusuri aliran sungai untuk mencari keberadaan pakaian korban. Hanya saja hingga siang hari, belum ditemukan. Penelusuran di sungai masih terus dilakukan,” terang Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Reno Candra Wibowo.

Sejauh ini, Satreskrim Polres Klungkung bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi, baik dari pihak keluarga maupun saksi mata di sekitar lokasi yang sempat melihat korban sebelum turun berendam ke sungai. ”Mengenai penyebab pasti luka pada tubuh korban, kami masih menunggu hasil resmi autopsi rumah sakit,” pungkas AKP Reno Candra Wibowo.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#tukad bubuh #temuan jenazah #orang hilang #misteri kematian #klungkung