SEMARAPURA, Radar Bali.id – Misteri kematian pengusaha kuliner asal Kabupaten Klungkung, I Nyoman Cita, 50, hingga kini masih menjadi teka-teki besar.
Pria asal Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan yang akrab disapa Pak Man Colik ini ditemukan tewas dengan tubuh penuh luka tusuk di aliran Sungai Bubuh, Kecamatan Banjarangkan.
Hingga Minggu (5/7/2026), pihak kepolisian masih terus berupaya mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap tabir kematian korban. Termasuk menyisir keberadaan pakaian dan sejumlah perhiasan emas milik korban yang mendadak hilang.
”Perkembangan penyelidikan masih pada tahap pengumpulan alat bukti. Seperti keterangan saksi-saksi, bukti digital CCTV dan HP korban, bukti surat berupa hasil autopsi dan barang bukti yang ada kaitannya dengan peristiwa,” terang Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Minggu (5/7/2026).
Jenazah Diaben 24 Juli, Gelar Ritual di TKP
Sementara itu, pihak keluarga korban saat ini tengah mempersiapkan prosesi upacara adat. Adik korban, I Ketut Buda Ana, 42, menuturkan bahwa jenazah sang kakak saat ini masih dititipkan di Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Klungkung.
Pihak keluarga berencana menggelar upacara pengabenan pada Jumat (24/7/2026). Rencana ini pun telah dikoordinasikan dengan pihak desa adat setempat pada Sabtu (4/7/2026).
Sebelum prosesi pengabenan dilaksanakan, pihak keluarga akan menggelar ritual khusus di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni di kawasan alur Sungai Bubuh dan lingkungan desa adat pada Senin (6/7/2026). Ritual pecaruan ini dilakukan karena kematian korban diyakini tidak wajar atau dalam tradisi Bali disebut salah pati, sehingga memerlukan ruatan.
Kronologi Penemuan Jenazah
Buda Ana menceritakan, peristiwa tragis ini bermula ketika korban pamit kepada istrinya, Ni Wayan Yeni, untuk keluar rumah guna menghilangkan penat pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Namun, hingga pukul 20.00 Wita, korban tak kunjung kembali ke rumah.
Khawatir terjadi sesuatu, istri dan anak korban mencoba menghubungi ponsel korban, namun tidak ada respons. Anak korban kemudian mendatangi rumah Buda Ana untuk meminta bantuan.
”Ibunya (Yeni, Red) kemudian menelepon disuruh (anak korban, Red) mencari (korban, Red) ke sungai di Pesona Lepang. Biasanya di sana dia (korban, Red) rendaman. Dicarilah ke sana sama ponakan saya dan ada motornya di sana, tetapi dalam kondisi terkunci,” ujar Buda Ana saat ditemui di kamar jenazah RSUD Klungkung, Kamis (2/7/2026).
Karena korban tidak ditemukan di lokasi dan hari sudah semakin larut, keluarga bahkan sempat meminta bantuan paranormal. Upaya pencarian mandiri tersebut nihil hingga dini hari.
Baru pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 07.00 Wita, personel Polsek Banjarangkan bersama tim gabungan dan masyarakat kembali menyisir sekitar TKP. Saat memantau dari atas jembatan yang melintasi aliran sungai sekitar pukul 07.30 Wita, Buda Ana melihat sesosok mayat mengapung. Setelah dievakuasi, jasad tersebut dipastikan adalah Cita yang kondisinya sudah kaku dengan sejumlah luka tusukan.
Perhiasan dan Pakaian Korban Hilang Misterius
Misteri lain yang menyelimuti kasus ini adalah hilangnya barang-barang berharga milik korban. Buda Ana mengungkapkan, kakaknya sehari-hari selalu mengenakan perhiasan emas berupa kalung dan beberapa cincin.
Saat ditemukan, kondisi jenazah korban sama sekali tanpa sehelai benang pun. Kalung emas berbobot puluhan gram yang biasa melingkar di lehernya pun raib. Hanya tersisa dua cincin yang masih melekat di jarinya.
”Rantai kalung saja itu beratnya 70 gram. Kalau liontin berbentuk emas antam, saya kurang tahu beratnya,” imbuh Buda Ana.
Di sekitar lokasi, petugas hanya menemukan smartphone dan satu buah sandal milik korban di tepi sungai wilayah Pesona Lepang. Sementara pakaian korban berupa baju, celana, hingga pakaian dalam sama sekali belum ditemukan.
Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Candra Wibowo menegaskan, pihak kepolisian masih terus bergerak di lapangan. Proses pencarian bukti fisik di sepanjang aliran sungai terus dioptimalkan.
”Personel kami melakukan penelusuran di aliran sungai untuk mencari keberadaan pakaian korban. Hanya saja hingga siang hari, belum ditemukan. Penelusuran di sungai masih terus dilakukan,” tegas AKP Reno.
Sejauh ini, sejumlah saksi baik dari pihak keluarga maupun warga yang sempat melihat korban berjalan menuju sungai di kawasan Pesona Lepang telah dimintai keterangan. Mengenai penyebab pasti kematian dan jenis luka pada tubuh korban, pihak kepolisian menegaskan masih menunggu hasil resmi autopsi dari tim kedokteran forensik. [*]
Editor : Hari Puspita