GIANYAR, Radar Bali.id — Musibah memilukan menimpa seorang buruh tani di kawasan Tukad Lutung, Banjar Lokaserana, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar.
Korban yang diketahui seorang perempuan berinisial NLG, 68 dilaporkan meninggal dunia setelah diduga kuat kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam jurang sedalam kurang lebih lima meter pada Senin, 6 Juli 2026.
Baca Juga: Heboh Temuan Mayat! Misteri Kerangka Berjaket di Hutan Gunung Sari, Diduga Kuat Jasad WNA
Merespons laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Gianyar bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi tubuh korban guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban yang diketahui lahir pada 1 Juli 1958 ini sehari-harinya berdomisili sementara di Banjar Teruna, Desa Siangan. Peristiwa nahas tersebut diduga terjadi saat korban sedang melakukan aktivitas rutinnya di sekitar kawasan Tukad Lutung. Korban diduga terpeleset hingga terjatuh ke dasar jurang sedalam lima meter.
Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan evakuasi darurat secara bergotong-royong dan langsung melarikan korban ke RSUD Sanjiwani Gianyar agar segera mendapatkan penanganan medis secara intensif. Namun takdir berkata lain.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba (Dead on Arrival) di rumah sakit. Pemeriksaan awal pada jenazah menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan fisik akibat unsur penganiayaan pada tubuh korban. Petugas medis hanya menemukan luka lecet pada tungkai kaki kiri yang diduga kuat akibat benturan keras saat korban terjatuh ke dalam jurang.
Kapolsek Gianyar Kompol I Made Adi Suryawan yang turun langsung ke lokasi kejadian menegaskan, pihak keluarga korban telah menerima musibah ini dengan tabah dan mengikhlaskan kepergian NLG.
”Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Polsek Gianyar telah melakukan penanganan sesuai prosedur, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi, mengamankan dan melakukan olah TKP, hingga berkoordinasi dengan pihak medis untuk pemeriksaan korban,” ujar Kompol I Made Adi Suryawan pada Selasa, 7 Juli 2026.
Mengingat kondisi geografis beberapa wilayah yang rawan, Kapolsek mengimbau masyarakat luas agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di zona-zona berbahaya. ”Terutama di kawasan jurang maupun aliran sungai, sehingga kejadian serupa dapat dicegah dan tidak terulang kembali,” tutupnya. [*].
Editor : Hari Puspita