Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ngeri! Terdapat Luka Tembakan di Kepala, Lelaki Kanada Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Villa, Ada Pistol, Korban Pembunuhan?

Andre Sulla • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51 WIB
MASIH MISTERI: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sebuah Villa Kunyit No. 78, komplek El Tulip Springhill, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung,  Senin (6/7/2026).  (IST/radarbali.id)
MASIH MISTERI: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sebuah Villa Kunyit No. 78, komplek El Tulip Springhill, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Senin (6/7/2026). (IST/radarbali.id)

 

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Warga negara asing (WNA) Kanada, Aaron James Kennedy, 46, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar di Villa Kunyit No. 78, komplek El Tulip Springhill, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Kabupaten Badung, Senin (6/7/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam vila yang terkunci dari dalam. Di dekat tubuh korban juga ditemukan benda yang diduga senjata api. Hingga kini, aparat kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian pria kelahiran 18 Januari 1980 tersebut.

Informasi yang dihimpun Radarbali.jawapos.com, peristiwa itu pertama kali terungkap setelah sang istri Zevania, menghubungi petugas keamanan kawasan Jimbaran Hijau sekitar pukul 13.42 Wita.

Ia meminta petugas memeriksa kondisi suaminya karena korban tidak dapat dihubungi melalui panggilan video, sementara pintu villa dalam keadaan terkunci dari dalam. Petugas keamanan, M. Rifqi Hamdani, kemudian berkoordinasi dengan koordinator keamanan setempat, I Ngurah Kadek Mahendra Saputra. 

 Baca Juga: Kemenhub Revitalisasi Bandara Ngurah Rai, Targetkan Tampung 32 Juta Penumpang

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 15.20 Wita, adik Aaron bernama Benjamin bersama seorang kerabat dekat, Miki, meminta bantuan untuk membuka paksa pintu villa. Setelah pintu berhasil dibuka, yang bersangkutan ditemukan tergeletak di dalam ruangan dalam kondisi mengeluarkan darah.

Berdasarkan keterangan saksi, di sekitar tubuh korban terdapat benda yang menyerupai senjata api.

Temuan tersebut lantas dilaporkan ke pihak kepolisian. Petugas yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta mengevakuasi jasad korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan di dalam vila yang terkunci dari dalam. Namun demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban karena masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik. "Biar tidak salah, konfirmasi ke pimpinan," bebr sumber di lingkungan Polsek Kuta Selatan, Jumat (10/7/2026).

Berdasarkan dokumentasi di lokasi, Aaron James Kennedy, tampak berada dalam posisi duduk bersandar di sofa. Pada bagian wajah terlihat darah yang keluar dari area hidung dan mulut hingga mengalir ke leher, pakaian, serta permukaan sofa. Ceceran darah juga terlihat di lantai sekitar lokasi penemuan.

Polisi menegaskan bahwa seluruh kemungkinan terkait penyebab kematian masih didalami. "Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap kronologi dan latar belakang peristiwa secara utuh," tutut sumber.

Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Agus Riwayanto Diputra, S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya peristiwa tersebut. 

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api yang ditemukan sekitar pukul 14.30 Wita. Dari keterangan saksi, korban sebelumnya pernah berpesan kepada Benjamin agar menghubungi ibunya apabila terjadi sesuatu terhadap dirinya.

Benjamin juga mengungkapkan bahwa saat tinggal di Jakarta, Aaron disebut pernah beberapa kali mencoba mengakhiri hidup dengan menyayat pergelangan tangannya hingga harus menjalani perawatan intensif selama sekitar tiga bulan di rumah sakit.

Selain itu, korban diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan berupa paranoid. Meski demikian, polisi menegaskan bahwa seluruh informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses pendalaman.

"Sementara itu, tetangga korban, Nur Hayati Sari, mengaku tidak pernah mendengar suara keributan ataupun hal mencurigakan dari vila tersebut," bebernya.

Selama tinggal di sekitar lokasi, saksi tidak pernah mendengar teriakan atau keributan, meskipun sering terjaga hingga larut malam.

Tim Identifikasi Polresta Denpasar bersama Bidang Laboratorium Forensik Polda Bali melakukan olah TKP. Proses tersebut dipimpin langsung Kepala Laboratorium Forensik Polda Bali dan turut dihadiri Direktur Intelkam Polda Bali, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, serta Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang.

"Ya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian warga negara Kanada tersebut," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#tewas bersimbah darah #El Tulip Springhill #WNA Kanada #jimbaran