Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Astaga! Petugas Diduga Lalai, Bule Australia Bunuh Diri di Ruang Detensi Imigrasi Ngurah Rai, Menyisakan Banyak Tanya

Andre Sulla • Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:11 WIB
TANDA TANYA: Seorang warga negara Australia Inisial CJMH, 39,  ditemukan tak sadarkan diri dengan kondisi leher terlilit handuk di toilet ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Jimbaran, Badung, Jumat (10/7/2026). (ist/radarbali.id)
TANDA TANYA: Seorang warga negara Australia Inisial CJMH, 39, ditemukan tak sadarkan diri dengan kondisi leher terlilit handuk di toilet ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Jimbaran, Badung, Jumat (10/7/2026). (ist/radarbali.id)

 

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Kematian warga negara Australia berinisial CJMH, 39, di Toilet ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Jimbaran, Badung, Jumat (10/7/2026), memantik tanda tanya.

Selain dugaan kelalaian petugas dalam mengawasi penghuni detensi, proses penanganan hingga deportasi disebut-sebut dapat menjadi salah satu faktor yang memicu tekanan psikologis terhadap korban.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di kamar mandi ruang detensi sekitar pukul 17.25 Wita.

Petugas baru menyadari bahwa ada seorang WNA masuk ke toilet dan tak kunjung keluar. Ketika dicek, lelaki asal negeri kanguru itu ditemukan dengan leher terlilit handuk yang terikat pada keran di bagian bawah toilet. 

Baca Juga: Beh! Euforia Kemenangan Argentina Berujung Ricuh, Sempat Baku Pukul, Penghuni Kos di Kesiman Denpasar Timur Akhirnya Berdamai

Petugas kemudian melepaskan ikatan, memberikan pertolongan pertama, serta memanggil ambulans. Tim medis tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 Wita.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, korban yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bali Jimbaran. Namun, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.30 Wita.

Peristiwa ini memunculkan banyak tanya terhadap sistem pengawasan di ruang detensi Imigrasi.

"Pasalnya, berdasarkan rekaman CCTV, korban diketahui masuk ke kamar mandi sekitar pukul 16.52 Wita. Artinya, hampir setengah jam berlalu sebelum petugas menyadari korban tak kunjung keluar," beber sumber internal, Sabtu (11/72026).

Situasi tersebut memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam pemantauan terhadap penghuni detensi, terlebih korban diketahui tengah menjalani proses penempatan sementara sebelum dideportasi akibat dugaan penyalahgunaan izin tinggal dan overstay.

Tak hanya itu, sejumlah pihak juga menilai kondisi psikologis para deteni perlu mendapat perhatian serius.

Lamanya proses administrasi deportasi hingga dugaan tekanan selama menjalani masa penahanan dikhawatirkan dapat mempengaruhi kesehatan mental penghuni ruang detensi.

Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyebut adanya unsur kekerasan atau tekanan dari pihak tertentu.

"Aparat masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan motif lain dibalik peristiwa tersebut," lagi bebernya.

 Baca Juga: Dapat Dukungan Penuh Krama Adat, Akhirnya Eks Pejabat Senior yang Pernah Menjabat Kadis Ini Daftar Pilkel Peliatan

Dari hasil pemeriksaan medis awal, dokter menemukan bekas jeratan pada leher korban. Selain itu, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan penyakit kulit pada kedua kakinya. Luka lecet pada tangan kiri juga ditemukan, namun dinyatakan bukan sebagai penyebab kematian.

Dokter jaga menyebut korban meninggal setelah menjalani evaluasi medis, termasuk pemeriksaan elektrokardiogram (EKG).

Diagnosis awal mengarah pada dugaan serangan jantung..Kepolisian bersama pihak Imigrasi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. 

Sementara itu, jenazah korban dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Udayana guna penanganan lebih lanjut.

"Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kematian dan mengungkap apakah terdapat kelalaian dalam pengawasan terhadap penghuni ruang detensi tersebut," tutup sumber. 

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Seksi Informasi Keimigrasian sekaligus Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Putu Astina Purwanti, enggan berkomentar banyak.

Jubir Imigrasi Bali mengatakan akan mengecek  terlebih dahulu atas upaya konfirmasi yang dilakukan media terkait meninggalnya warga negara Australia tersebut di ruang detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. “Kami cek dulu terlebih dahulu,” katanya. ***

Editor : M.Ridwan
#bule australia tewas #bunuh diri di ruang detensi #Imigrasi Ngurah Rai