NEGARA, Radar Bali.id – Kecelakaan beruntun kembali memicu kemacetan di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk. Sebanyak lima kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Jalan Denpasar–Gilimanuk KM 68-69, tepatnya di sebelah barat simpang Pura Puseh, Banjar Dangin Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Sabtu (11/7/2026) malam.
Kasatlantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk boks tronton bernomor polisi N-8576-UV yang dikemudikan Harjo Suprapto, 45, melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.
Sesampainya di lokasi kejadian, di depan truk terdapat empat kendaraan yang sedang berhenti melaju, yakni APV, Calya, microbus Isuzu, dan sebuah bus. Namun, truk diduga mengalami rem blong sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya.
”Diduga sistem pengereman truk mengalami blong sehingga pengemudi tidak dapat menguasai kendaraan dan menabrak kendaraan yang berada di depannya,” ujar AKP I Wayan Sugianta.
Akibatnya, tabrakan beruntun tak terhindarkan dan melibatkan kelima kendaraan tersebut. Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerusakan kendaraan cukup parah dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 120 juta.
Kerusakan tampak nyata pada bagian depan truk yang penyok. Sementara mobil APV dan Calya mengalami ringsek di bagian depan dan belakang serta kaca belakang pecah. Microbus juga mengalami penyok di bagian depan dan belakang, sedangkan bus mengalami kerusakan pada bagian belakang.
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta mengatur lalu lintas. ”Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana untuk penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
Polisi turut mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, agar selalu memastikan kondisi fisik kendaraan—terutama sistem pengereman—sebelum melakukan perjalanan guna mencegah kecelakaan serupa di jalur tengkorak Denpasar–Gilimanuk. [*]
Editor : Hari Puspita