Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bale Sari hingga Dapur Warga Pekutatan Ludes Dilalap Si Jago Merah, Segini Kerugiannya

Muhammad Basir • Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB
HANGUS TERBAKAR : Rumah warga di Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, ini Hangus terbakar. ( Damkar Jembrana)
HANGUS TERBAKAR : Rumah warga di Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, ini Hangus terbakar. ( Damkar Jembrana)

NEGARA, Radar Bali .id– Kebakaran hebat menghanguskan sebuah bale sari, dapur, dan sebagian rumah tinggal milik warga di Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Sabtu (11/7/2026) malam.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Juga: Ancaman Kebakaran Hutan Kintamani Mengintai, Bangli Masih Minim Armada Damkar dan Personel

Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Jembrana Kade Bagus Darmawan menjelaskan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 21.15 Wita setelah masyarakat menghubungi petugas. Mendapat informasi tersebut, personel pemadam yang sedang bersiaga langsung bergerak menuju lokasi.

Baca Juga: Bali Mulai Masuk Kemarau, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan dan Kebakaran Lahan di Bulan Agustus

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api merambat ke bangunan lain. ”Berdasarkan keterangan warga, api pertama kali diketahui telah membakar bale sari milik korban,” ujarnya.

Rumah yang terbakar diketahui milik I Kadek Dwi Loka Wijaya, 47. Bagian bangunan yang dilalap api meliputi bale sari berukuran 2,5 x 5 meter, dapur berukuran 3 x 4 meter, serta satu kamar tidur berukuran 3 x 4 meter.

Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam dengan mengerahkan empat armada Damkar, yakni satu unit armada penembak, satu unit Altora, serta dua unit armada tangki. Selama operasi, petugas menghabiskan sekitar 16.500 liter air dan menggunakan satu tabung APAR 9 kilogram untuk membantu menjinakkan kobaran api.

Meski kerusakan bangunan cukup parah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 250 juta. ”Tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Hingga proses pemadaman selesai, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwenang. [*]

Editor : Hari Puspita
#Damkar Jembrana #kebakaran #pekutatan jembrana