NEGARA, Radar Bali.id – Jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk kembali menelan korban akibat kecelakaan lalu lintas. Sebuah pikap nekat mendahului kendaraan di depannya saat melintasi jalan lurus menanjak di Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.
Baca Juga: Nekat Putar Balik Mendadak di Jalur Tengkorak, Vellfire Ini Malah Dihantam Pikap hingga Ringsek
Upaya berbahaya itu berujung petaka setelah pikap beradu banteng dengan truk dari arah berlawanan pada Selasa (14/7/2026).
Benturan keras membuat bagian depan pikap L300 bernomor polisi N 8761 FB remuk parah. Sementara truk DK 8479 DG mengalami kerusakan pada bagian bumper dan lampu depan.
Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika menjelaskan, insiden bermula saat pikap yang dikemudikan Epik Runggal Saputra, 35, melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi berusaha mendahului kendaraan di depannya tanpa memastikan kondisi arus lalu lintas dari arah berlawanan aman.
”Karena jarak dengan kendaraan dari arah berlawanan sudah terlalu dekat, tabrakan tidak bisa dihindari,” ujanya.
Akibat kecelakaan itu, Epik mengalami luka robek pada dahi, dagu, dan kaki kanan. Penumpangnya, Ariel Gandu, 21, mengalami memar pada bagian kaki. Keduanya merupakan warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan dievakuasi dalam kondisi sadar untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, sopir truk, Ripki Maulidin, 24, selamat tanpa mengalami luka.
Tak berhenti di situ, pada hari yang sama di waktu yang hampir bersamaan, kecelakaan serupa kembali terjadi di Kilometer 68-69, Banjar Dauh Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Sebuah mobil Daihatsu Terios DK 1586 ADU ringsek setelah menghantam truk trailer dari arah berlawanan.
Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijiluw menjelaskan, kecelakaan dipicu pengemudi mobil yang kehilangan konsentrasi akibat mengantuk hingga mengalami micro sleep.
Akibatnya, kendaraan yang semula melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar tiba-tiba keluar jalur dan masuk ke lajur kanan saat melintasi tikungan menurun.
Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk trailer L 9990 UM yang dikemudikan Agus Reza, 26. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tak dapat dihindari di bagian depan kanan kedua kendaraan.
Pengemudi Terios, Moh Basri, 42, menjadi korban paling parah. Ia mengalami patah tulang pada lengan kanan dan langsung dilarikan ke fasilitas medis.
”Korban mengalami luka dalam berupa patah tulang pada tangan kanan,” ujar Kompol Benyamin.
Benturan menggelegar itu mengakibatkan bagian depan kanan Terios hancur, bumper depan remuk, pintu kanan penyok, kaca spion dan kaca pintu samping kanan pecah, serta ban depan kanan robek dan velg rusak parah.
Truk trailer juga mengalami gangguan pada as penggerak, bumper depan kanan lecet, serta pelindung besi kanan bawah bengkok. Kerugian material ditaksir mencapai Rp30 juta.
Rangkaian kejadian ini menjadi pengingat mematikan akan tingginya risiko di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk yang kerap diwarnai tabrakan akibat manuver tidak aman dan kelalaian pengemudi. [*]
Editor : Hari Puspita