NEGARA, Radar Bali.id – Aksi nekat mencari tawon dengan membakar daun kelapa kering diduga kuat menjadi pemicu kebakaran lahan di Banjar Petanahan, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Kamis (16/7/2026).
Beruntung, si jago merah yang melahap tumpukan limbah selip padi berhasil dijinakkan petugas sebelum merembet ke perkebunan warga.
Baca Juga: Lupa Cek Dula usai Jualan, Warung Babi Guling De Bolot di Seririt Ludes Terbakar
Kasi Pemadam dan Penyelamatan Kabupaten Jembrana, Kade Bagus Darmawan, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 08.02 Wita dari warga setempat. Saksi mendapati asap tebal keluar dari lokasi pabrik penggilingan padi, yang pada Rabu malam sempat digunakan oleh beberapa warga untuk berburu tawon.
”Menurut keterangan saksi, Rabu malam ada beberapa orang mencari tawon menggunakan obor daun kelapa kering yang dibakar,” terang Darmawan, Kamis (16/7/2026).
Diduga sisa bara api belum padam sempurna dan menyambar tumpukan limbah penggilingan padi setebal beberapa meter. Khawatir kobaran api semakin meluas ke kebun sekitar, warga langsung menghubungi Markas Damkar Jembrana.
Petugas Damkar Regu I yang tiba lima menit setelah laporan langsung melakukan penyekatan dan pembasahan intensif.
”Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam hingga api benar-benar padam dan dipastikan tidak menyisakan bara pemicu kebakaran susulan,” tambahnya.
Lahan limbah selip padi seluas kurang lebih tiga are tersebut berhasil dilokalisasi. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam peristiwa ini. Dalam operasi tersebut, Damkar Jembrana mengerahkan empat unit armada dengan menghabiskan sebanyak 13.500 liter air.
Atas kejadian ini, Kade Bagus Darmawan mengimbau masyarakat untuk ekstra hati-hati saat menggunakan api terbuka, terutama ketika berburu tawon di tengah kondisi cuaca kering.
”Jangan pernah meninggalkan sisa bara api begitu saja. Pastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan agar tidak memicu kebakaran yang merugikan lahan warga,” tegasnya.[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali