Empat Hari Berkobar, Kebakaran Hutan di Pemuteran Buleleng Akhirnya Padam, Empat Puluh Delapan Hektare Lahan Hangus

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 06:26 WIB

SULIT DIPADAMKAN : Tim gabungan memadamkan api yang membakar 48,6 hektar hutan di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Apinya kini dikabarkan sudah padam.(BPBD Buleleng)

SINGARAJA, Radar Bali.id-.id Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat kembali melanda wilayah Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Kobaran api yang mulai terpantau sejak Kamis (16/7/2026) sore, akhirnya berhasil dipadamkan.

Api dipadamkan secara total pada Minggu (19/7/2026). Berdasarkan data terakhir, total area hutan yang terdampak hangus terbakar mencapai luas 48,6 hektare.

Baca Juga: Sempat Dikira Sudah Padam, Ternyata Kawasan Hutan Lindung Gunung Agung Terbakar

Area yang diamuk si jago merah tersebut merupakan Kawasan Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi (HP) Kelompok Hutan Bali Barat RTK 19. Titik api pertama kali terpantau oleh warga pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Selanjutnya pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 21.00 Wita, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mulai diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Api dilaporkan berkobar hebat di kawasan Bukit Kursi dengan pergerakan yang cukup cepat akibat hembusan angin.

”Upaya pemadaman terpaksa dilakukan secara manual oleh petugas, mengingat medan menuju lokasi kebakaran sangat terjal, bertebing, dan sulit dijangkau oleh kendaraan taktis maupun peralatan pemadam modern,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa pada Minggu (19/7/2026).

Proses pemadaman ekstra keras ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Buleleng dan Provinsi Bali, Polres Buleleng, Polisi Kehutanan (Polhut), Kodim Buleleng, Pemerintah Kecamatan Gerokgak, hingga Pemerintah Desa Pemuteran beserta warga lokal.

Untuk menjinakkan api, tim gabungan harus berjalan kaki mendaki perbukitan menuju titik kebakaran. Personel di lapangan bahkan harus membawa kantong-kantong air (water bag) serta memanfaatkan dahan pohon basah untuk memukul dan mengendalikan kobaran api agar tidak terus meluas ke area lain.

Teknologi drone juga turut diterjunkan ke lokasi untuk mendukung proses asesmen kondisi terkini serta mendokumentasikan pemetaan area yang terdampak. Berdasarkan hasil analisis citra Satelit Copernicus, total luas area yang terbakar diperkirakan kurang lebih 48,6 hektare. Luasan tersebut terdiri dari 28,21 hektare Hutan Produksi dan 20,39 hektare Hutan Lindung.

”Kondisi terkini pada Minggu (19/7/2026), sudah tidak ditemukan lagi adanya titik api maupun kepulan asap di lokasi. Sehingga kondisi saat ini dinyatakan sudah aman dan terkendali. Namun, proses pemantauan secara berkala masih terus kami lakukan sebagai langkah antisipasi munculnya kembali bara api tersembunyi,” pungkas Kalaksa Gede Suyasa. [*]

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
lahan terbakar kebakaran buleleng