Hujan Deras Picu Tanah Longsor dan Pohon Tumbang, Jalur Sidemen Sempat Lumpuh Total

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 06:40 WIB
BERSIHKAN PEPOHONAN DI JALANAN : Petugas BPBD Karangasem saat melakukan penanganan pohon tumbang akibat hujan deras, Minggu (19/7/2026). (ist)
BERSIHKAN PEPOHONAN DI JALANAN : Petugas BPBD Karangasem saat melakukan penanganan pohon tumbang akibat hujan deras, Minggu (19/7/2026). (ist)

AMLAPURA, Radar Bali.id- Hujan dengan intensitas deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem sejak Minggu dini hari (19/7/2026), memicu terjadinya rentetan bencana alam.

Baca Juga: Bruuak, Bum! Pohon Kelapa Tumbang Timpa Motor di Klungkung, Ibu dan Anak Dilarikan ke Rumah Sakit

Laporan terkait pohon tumbang hingga tanah longsor dilaporkan terjadi di beberapa titik wilayah Karangasem.

Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Bangunan SDN 2 Jimbaran, Begini Dampaknya

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah menerima beberapa laporan kejadian bencana dari masyarakat.

Beberapa di antaranya berlokasi di wilayah Kecamatan Selat dan Kecamatan Sidemen. Beruntung, rentetan kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

”Ada tiga laporan bencana yang masuk ke kami. Perinciannya dua kejadian pohon tumbang dan satu kejadian tanah longsor," ujar Aditya Sugiharta pada Minggu (19/7/2026).

Untuk peristiwa tanah longsor, dilaporkan terjadi di wilayah Desa Duda Timur, Kecamatan Selat. Material longsoran tebing tersebut sempat menimpa area sanggah (tempat suci) milik Made Sadi. Beruntung, beberapa bangunan palinggih di sana tidak sampai mengalami kerusakan yang parah.

Kendati demikian, munculnya retakan tanah baru di bagian atas tebing dinilai masih sangat berpotensi memicu terjadinya longsor susulan, terutama jika wilayah tersebut kembali diguyur hujan deras.

”Kami sudah mengimbau agar penghuni di sana untuk meningkatkan kewaspadaan. Apabila kembali turun hujan deras, kami minta untuk sementara bergeser ke tempat yang lebih aman,” tuturnya.

Sementara itu, peristiwa pohon tumbang terjadi di Desa Loka Sari, Kecamatan Sidemen, Karangasem. Kejadian ini sempat memicu kemacetan arus lalu lintas yang cukup panjang. Pasalnya, pohon jenis wangkal dengan panjang mencapai 15 meter dan diameter 40 centimeter tersebut tumbang melintang dan menutup seluruh badan jalan, sehingga sama sekali tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

”Semua titik kejadian bencana sudah berhasil ditangani oleh petugas di lapangan,” ucap Aditya.

Pihak BPBD Karangasem pun mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dini. Mengingat kondisi cuaca di wilayah Bali saat ini kerap berubah dengan sangat cepat. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
hujan deras bencana alam bpbd karangasem tanah longsor pohon tumbang