Badah! Pembukaan Harkopnas di Klungkung, Tali Banner Dibakar Pakai Korek Api, Balon Gas Meledak, Belasan Korban Menderita Luka Bakar

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 07:31 WIB
LUKA BAKAR : Salah seorang korban menderita luka bakar dan dilarikan ke RSUD Klungkung. (foto: ist)
LUKA BAKAR : Salah seorang korban menderita luka bakar dan dilarikan ke RSUD Klungkung. (foto: ist)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Suasana keceriaan dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kania, Klungkung mendadak mencekam pada Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: TRAGIS! Pekerja Reklame Asal Malang Tersengat Listrik di Ubud, Tubuh Tergantung, Luka Bakar 65 Persen

Puluhan balon gas yang sedianya digunakan untuk memeriahkan acara tiba-tiba meledak hebat.

Akibat peristiwa nahas ini, sebanyak 11 orang warga yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa mengalami luka bakar serius hingga harus dilarikan ke RSUD Klungkung.

Baca Juga: Jejak Maut di Hutan Mangrove Benoa: Temuan Dua Jenazah Pria Tewas Mengenaskan dengan Luka Bakar

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa saat dikonfirmasi menuturkan, petaka itu bermula ketika puluhan balon gas yang diikatkan ke banner Harkopnas ke-79 turun kembali ke tanah setelah dilepaskan pada acara pembukaan.

Melihat balon-balon tersebut turun, salah seorang warga yang berada di lokasi berinisiatif mengambil dan hendak membagikannya kepada anak-anak di sekitar tempat kegiatan.

Nahas, cara yang digunakan justru memicu petaka. ”Saat hendak melepaskan tali pengikat balon dengan banner, warga tersebut menggunakan korek api untuk membakar tali yang masih terhubung dengan balon,” terangnya pada Minggu (19/7/2026).

Tindakan teledor itu seketika membuat gas di dalam balon tersulut api. Tanpa ampun, ledakan beruntun terjadi dan langsung menyambar warga serta anak-anak yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian. Total ada 11 orang warga yang dilaporkan menjadi korban luka bakar. ”Seluruh korban yang mengalami luka bakar langsung dilarikan ke RSUD Klungkung untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Panitia acara Harkopnas di Klungkung, I Kadek Semardana menambahkan, kerasnya ledakan sekitar 40 balon gas tersebut menyerupai suara ban truk yang meledak. Akibatnya, panitia sempat mengira suara dentuman berasal dari jalan raya.

Lantaran acara formal masih berlangsung, panitia dan peserta sempat abai dan tetap fokus pada jalannya acara. Namun, kekagetan muncul setelah ada yang mengecek ke lokasi sumber suara dan menemukan sejumlah warga sudah terluka.

”Itu suaranya keras sekali, seperti ban truk meledak. Saat itu kami panitia fokusnya ke acara, karena masih berlangsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Pranata Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa mengungkapkan bahwa para korban ledakan balon gas tersebut tiba di IGD RSUD Klungkung sekitar pukul 11.30 Wita.

Berdasarkan observasi tim medis, dari 11 korban yang masuk, sebanyak 6 orang di antaranya harus menjalani rawat inap di ruang perawatan, 3 orang diperbolehkan pulang karena luka ringan, dan sisanya masih diobservasi ketat di UGD.

”Dari 6 warga yang menjalani rawat inap, terdiri dari 3 anak-anak dan 3 orang dewasa. Mereka yang menjalani rawat inap ini rata-rata mengalami luka bakar yang cukup parah di atas 40 persen,” beber Gusti Widiyasa. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
balon gas balon udara hari koperasi luka bakar ledakan