Tragedi Ledakan Balon Gas Harkopnas Klungkung: Tiga Korban Masih Menjalani Opname, Satu di Antaranya Bocah Enam Tahun

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 05:27 WIB
DALAM PERAWATAN : Salah seorang korban ledakan balon gas Harkopnas di Klungkung. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
DALAM PERAWATAN : Salah seorang korban ledakan balon gas Harkopnas di Klungkung. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Kondisi para korban ledakan balon gas dalam acara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Bali berangsur membaik.

Baca Juga: Ledakan dari Kebakaran Limbah Kembang Api Gegerkan Warga Denpasar Utara

Satu per satu korban yang terluka dalam insiden di Balai Budaya Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung pada Minggu (19/7/2026) tersebut sudah diperbolehkan pulang dari RSUD Klungkung.

Baca Juga: Badah! Pembukaan Harkopnas di Klungkung, Tali Banner Dibakar Pakai Korek Api, Balon Gas Meledak, Belasan Korban Menderita Luka Bakar

Dari total 11 orang yang menjadi korban sambaran api ledakan balon, kini tersisa 3 pasien yang masih harus menjalani perawatan intensif di ruangan rawat inap RSUD Klungkung per Senin (20/7/2026).

”Hari Minggu (19/7/2026) kemarin, masuk 11 orang dan sempat dirawat darurat di IGD RSUD Klungkung. Yang masih dirawat inap sampai detik ini sebanyak 3 orang, dengan 1 di antaranya anak-anak berusia 6 tahun,” ungkap Pranata Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa pada Senin (20/7/2026).

Widiyasa menambahkan, rata-rata korban ledakan balon gas ini mengalami luka bakar cukup serius pada bagian wajah dan tubuh. Pasien yang menjalani opname diperkirakan membutuhkan waktu pemulihan di rumah sakit sekitar satu minggu ke depan. ”Untuk tindakan medis spesifik yang akan diambil, kami belum bisa jelaskan secara terperinci karena dokter bedah plastik belum melakukan peninjauan langsung ke pasien,” imbuhnya.

Tragedi ini memantik perhatian serius dari jajaran pimpinan daerah. Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra telah menjenguk langsung para korban di RSUD Klungkung pada Minggu (19/7/2026) sore.

”Kami hadir langsung untuk memastikan anak-anak serta warga yang menjadi korban mendapatkan penanganan medis yang paling maksimal dan terbaik dari tim dokter RSUD Klungkung. Seluruh daya upaya kami kerahkan agar para korban segera pulih,” tegas Made Satria.

Menyikapi insiden memilukan ini, Bupati Satria mengimbau masyarakat luas untuk lebih waspada dan memahami risiko fatal penggunaan balon gas dalam sebuah acara. Sebagai langkah tegas, Satria menginstruksikan dengan keras agar ke depannya tidak ada lagi perhelatan atau event di Kabupaten Klungkung yang menggunakan balon gas untuk prosesi seremonial.

”Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami semua. Balon gas sangat riskan dan membahayakan keselamatan publik. Ke depannya, saya ingatkan di setiap event tidak ada lagi yang menggunakan balon gas. Lebih baik beralih ke alternatif lain yang jauh lebih aman dan ramah lingkungan, seperti pelepasan burung atau simbolis lainnya,” tandas Bupati Klungkung.[*]

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
balon udara Harkopnas musibah klungkung ledakan