Enam Hari Hilang Misterius di Jurang Tembuku, Pencarian Nenek Nyoman Ngenu Resmi Dihentikan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 05:23 WIB
BELUM KETEMU : Upaya Tim SAR Gabungan mencari korban, Ni Nyoman Ngenu. (foto: Basarnas Bali)
BELUM KETEMU : Upaya Tim SAR Gabungan mencari korban, Ni Nyoman Ngenu. (foto: Basarnas Bali)

KINTAMANI, Radar Bali .id– Upaya pencarian terhadap Ni Nyoman Ngenu, 65, warga Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Bangli, yang diduga jatuh ke dalam jurang, akhirnya dihentikan pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Baca Juga: Kisah Bocah yang Hilang di Parkiran Minimarket,Kawasan Bali Safari, Gianyar : Kembali ke Pelukan Orang Tua Berkat Gelang Panca Datu

Nenek Nyoman Ngenu dikabarkan hilang sejak Senin, 20 Juli 2026 sekitar pukul 00.30 Wita. Korban terakhir kali terekam kamera pengawas (CCTV) berada di sekitar Kantor Desa Peninjoan saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Sejak saat itu, korban tak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga bersama warga dan aparat kepolisian telah melakukan pencarian mandiri selama lima hari namun hasilnya nihil. Keluarga menduga korban terpeleset dan jatuh ke dalam jurang curam di sekitar lokasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyebutkan pihaknya menerima laporan resmi pada Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 13.20 Wita dari pelapor I Ketut Suciawan.

"Laporan kami terima Sabtu, 25 Juli 2026 pukul 13.20 Wita. Warga dan keluarga sudah berupaya mencari selama lima hari namun hasilnya nihil," terang Sidakarya.

Menanggapi laporan tersebut, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem yang menerjunkan enam personel langsung meluncur ke lokasi kejadian pada pukul 13.40 Wita. Setibanya di rumah korban, tim berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan, aparat desa, serta warga setempat.

Penyisiran intensif digelar sejak pukul 15.30 Wita hingga 17.45 Wita dengan menuruni tebing dan menyisiri dasar jurang yang dicurigai. "Tim SAR gabungan turun menyisiri jurang di titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban. Namun hingga operasi pencarian sore hari dihentikan, korban belum berhasil ditemukan," jelasnya.

Mengingat akan digelarnya upacara keagamaan di desa setempat serta proses pencarian warga yang sudah berjalan selama enam hari berturut-turut, pihak keluarga akhirnya sepakat untuk menghentikan proses pencarian resmi pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Kendati demikian, Basarnas memastikan Tim SAR gabungan siap diterjunkan kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk baru atau keberadaan korban membutuhkan bantuan evakuasi. [*]

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
bangli Tim SAR Bali orang hilang tim sar gabungan polres bangli