Tersangka Bakal Bertambah Lagi, Polisi Dalami Provokator, Kasus Pengeroyokan Maling Ayam yang Berujung Maut Mengenaskan

Andre Sulla • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 07:35 WIB
DIMASSA: Ilustrasi kasus pengeroyokan Maling Ayam yang berujung maut mengenaskan di Baturiti Tabanan. (ilustrasi radarbali.id)
DIMASSA: Ilustrasi kasus pengeroyokan Maling Ayam yang berujung maut mengenaskan di Baturiti Tabanan. (ilustrasi radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Penyidikan kasus pengeroyokan terhadap seorang pria berinisial KD yang diduga mencuri ayam jago aduan terus bergulir.

Penyidik kini tidak hanya fokus mengungkap peran lima tersangka yang telah diamankan, tetapi juga mendalami dugaan adanya pihak yang memprovokasi massa hingga aksi main hakim sendiri terjadi.

Berdasarkan keterangan sumber, penyidik masih bekerja mengumpulkan alat bukti dan memperdalam keterangan para saksi.

Hingga saat ini, lebih dari 20 orang telah dimintai keterangan untuk mengurai secara utuh kronologi kejadian, termasuk mengidentifikasi siapa yang pertama kali memicu emosi massa. Penyidik masih mendalami siapa yang menjadi provokator dalam peristiwa tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka apabila ditemukan alat bukti yang cukup," ungkap sumber kepada Radar Bali, Senin (27/7/2026).

Polisi masih menelusuri rekaman kejadian, mencocokkan keterangan para saksi, serta mendalami keterlibatan pihak lain yang diduga ikut melakukan penganiayaan maupun menghasut massa.

Setiap orang yang terbukti melakukan kekerasan atau memprovokasi terjadinya aksi main hakim sendiri akan dimintai pertanggungjawaban pidana sesuai dengan perannya masing-masing. 

Karena itu, peluang bertambahnya jumlah tersangka masih sangat terbuka seiring perkembangan hasil penyidikan.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan pidana dengan cara menghakimi pelaku di tempat. 

 

"Siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana seharusnya diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku," cetus sumber. Terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., mengatakan penanganan dilakukan secara profesional oleh Polres Tabanan dengan dukungan Ditreskrimum Polda Bali.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, almarhum disebut telah meresahkan masyarakat karena diduga beberapa kali melakukan pencurian ayam. Meski demikian, Ariasandy menegaskan dugaan pencurian tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan aksi main hakim sendiri. Seluruh proses hukum harus diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Polisi menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. "Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi kamtibmas agar aman, damai, dan kondusif," tegasnya. Penyidikan masih terus dikembangkan, termasuk menelusuri peran masing-masing pihak. "Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah apabila ditemukan alat bukti baru yang menguatkan keterlibatan pihak lain," cetus Jubir Polda Bali.

 

Di sisi lain, penyidik juga masih mendalami kasus pembakaran sepeda motor yang terjadi setelah insiden pengeroyokan. Sejumlah saksi kembali dimintai keterangan dan berbagai alat bukti terus dikumpulkan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi tersebut.

 

"Polda Bali menegaskan komitmennya mengusut tuntas seluruh rangkaian peristiwa secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur hukum," tutupnya. Untuk diketahui, Peristiwa ini bermula ketika KD tertangkap basah diduga mencuri seekor ayam jago aduan milik warga bernama I Wayan Adi Suteja, 31. 

 

Aksi tersebut memicu kemarahan warga yang kemudian berujung pada pengeroyokan terhadap KD. Dalam proses penyidikan, polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kelimanya masing-masing berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Mereka diduga memiliki peran aktif dalam aksi kekerasan yang mengakibatkan korban mengalami luka-luka. Meski demikian, penyidik memastikan proses hukum belum berhenti pada lima tersangka tersebut.

 

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Tewas dikeroyok Baturiti Tabanan maling ayam