MANGUPURA, radarbali.jawapos.com – Insiden bentrokan dua kelompok pemuda kembali mencoreng situasi keamanan di wilayah Kuta Selatan. Perkelahian yang pecah di Jalan Bypass Ngurah Rai, tepatnya di depan Toko Bangunan Mitra Jaya, Benoa, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Peristiwa tersebut kini masih didalami aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang beredar, terlihat sejumlah pemuda saling baku pukul dan tendang di pinggir jalan. Situasi semakin memanas ketika salah seorang pelaku diduga menggunakan balok kayu untuk menyerang lawannya.
Aksi brutal itu sontak mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian merekam kejadian menggunakan telepon genggam.
Bentrokan bermula dari duel satu lawan satu antara dua pria. Seorang pria mengenakan jaket abu-abu dan celana pendek jeans biru terlibat adu pukul dengan pria lain yang memakai jaket bermotif hitam, putih, dan cokelat dipadukan celana panjang hitam.
Keributan yang semula hanya melibatkan dua orang itu kemudian memancing rekan-rekan mereka turun tangan.
Dalam hitungan detik, aksi saling serang berubah menjadi bentrokan kelompok yang melibatkan lebih dari lima orang.
Di tengah kekacauan, seorang pria berbaju hitam dan bercelana pendek cokelat tampak mengayunkan balok kayu ke arah pria berjaket abu-abu.
Beruntung, bentrokan tersebut tidak berlangsung lama karena rombongan pelaku bergerak meninggalkan lokasi menuju arah timur.
Kapolsek Kuta Selatan Kompol Muhammad Said Husen membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, penyelidikan langsung dilakukan setelah video bentrokan viral di media sosial.
Berdasarkan hasil pulbaket, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Kedua kelompok datang dari arah barat menuju timur sambil saling memukul dan menendang.
"Selanjutnya kelompok tersebut bergerak ke arah timur dan tidak kembali lagi," ujar Kompol Husen, Senin (27/7).
Polisi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket), serta meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat bentrokan terjadi.
Salah seorang saksi, Rami, pedagang nasi Padang di sekitar lokasi, mengaku menyaksikan langsung perkelahian tersebut.
Menurutnya, bentrokan bermula di depan Toko Bangunan Mitra Jaya sebelum para pelaku bergerak ke arah timur.
"Saling pukul dan tendang. Jumlahnya lebih dari lima orang," ungkapnya. Belum ada korban yang melapor maupun laporan polisi dari pihak yang merasa dirugikan akibat bentrokan tersebut hingga Senin (27/7/2026).
Meski demikian, aparat tetap menelusuri identitas para pelaku melalui keterangan saksi dan rekaman video yang beredar. "Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat," tutup Kompol Husen. ***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com