DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Masyarakat diminta waspada saat beraktivitas di pantai Sanur hingga Semawang Denpasar Bali menyusul munculnya ubur-ubur jenis blue bottle atau latinnya Physalia Utriculus dan jenis Physalia physalis alias Ubur-Ubur Api di kawasan garis pantai Sanur.
Menyikapi fakta ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mengatakan, petugas Balawista BPBD Kota Denpasar menemukan biota laut beracun tersebut terdampar di beberapa titik bibir pantai.
Munculnya ubur-ubur blue bottle adalah fenomena blooming atau lonjakan populasi ubur-ubur siklus tahunan yang rutin terjadi pada pertengahan tahun.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Putu Sumardiana, menjelaskan, kemunculan ubur-ubur disebabkan oleh perubahan pola cuaca dan pergerakan angin musiman.
Fenomena ini biasanya terjadi di bulan Juni hingga September yang disebabkan oleh angin kencang dan arus laut.
"Itu membawa kawanan ubur-ubur dari laut lepas sampai ke pesisir pantai," ujar Putu Sumardiana, kemarin (29/7).
Ciri-ciri ubur-ubur blue bottle adalah bentuknya yang memiliki gelembung transparan berwarna kebiruan serta tentakel menjuntai.
Meskipun tampak menarik bagi pengunjung, tentakel tersebut dilengkapi sel penyengat (knidosit) berisi racun yang digunakan untuk menangkap mangsa sekaligus mempertahankan diri dari predator.
Sengatan dari ubur-ubur ini akan menyebabkan badan gatal-gatal, bengkak, dan nyeri.
Sangat menyakitkan dan dapat memicu gejala sistemik seperti sesak napas, mual, hingga henti jantung
"Itu bisa bertahan selama dua hingga tiga hari," terang Sumardiana.
Tidak hanya itu, pada reaksi alergi berat, sengatan ubur-ubur tersebut bahkan berisiko memicu gejala lanjutan seperti mual, demam, hingga sesak napas.
DKP Provinsi Bali bersama pihak terkait meminta pengunjung menghindari ubur-ubur blue bottle, baik yang masih mengapung di perairan maupun yang terdampar di pasir, karena tentakelnya tetap dapat menyengat walau sudah mati.
Selain itu, para orang tua juga melakukan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di pantai.
Apabila tidak sengaja tersengat, korban disarankan segera membilas area sengatan dengan air laut dan langsung mendatangi pos Balawista atau petugas BPBD terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com