Diduga Gegara Mabuk Pesta Arak Berujung Maut, Buruh Tewas Diduga Dianiaya Rekan Kerja di Pecatu

I Wayan Widyantara • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 03:43 WIB
AKIBAT ARAK: Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya seorang buruh yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan di depan mess PT Gangga Inti Lautan, kawasan Azoria Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Jumat (31/7/2026). (ist/radarbali.id)
AKIBAT ARAK: Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya seorang buruh yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan di depan mess PT Gangga Inti Lautan, kawasan Azoria Suluban, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Jumat (31/7/2026). (ist/radarbali.id)

 

PECATU, radarbali.jawapos.com - Seorang buruh proyek berinisial RO, 42, asal Kendal, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di depan mess PT Gangga Inti Lautan, kawasan Azoria Suluban, Jalan Pantai Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Jumat (31/7/2026) dini hari.

Polisi menduga korban meninggal dunia akibat penganiayaan setelah terjadi perkelahian yang dipicu konsumsi minuman keras alias mabuk berat.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 03.00 dan dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas pada pukul 08.40.

Setelah menerima laporan, petugas kepolisian bersama tim medis langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap korban.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden bermula saat korban dan pelaku mengonsumsi minuman keras bersama di depan mess tempat mereka tinggal.

”Peristiwa ini diduga berawal dari kegiatan minum minuman keras bersama di depan mess. Saat itu korban dan pelaku saling mengejek, kemudian korban diduga lebih dahulu memukul pelaku sehingga pelaku membalas dengan pukulan ke arah kepala korban. Keduanya kemudian sempat terlibat perkelahian," ujar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, Sabtu (1/8/2026)

Ia menjelaskan, setelah korban terjatuh dan tergeletak di lokasi, pelaku meninggalkan korban dan kembali ke kamar mess untuk beristirahat.

Pelaku yang diamankan berinisial FAI, 29, seorang buruh asal Wonosobo, Jawa Tengah. Sementara korban berinisial RO, 42, juga bekerja sebagai buruh dan berasal dari Kendal, Jawa Tengah.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tertelungkup di sela-sela tiang beton setinggi sekitar satu meter.

Korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya, kedua mata lebam dan mengeluarkan darah, hidung patah serta ditemukan bekas pasir pada bagian wajah.

Lokasi korban berada di antara pos keamanan dan gudang proyek yang di sekitarnya terdapat sejumlah material bangunan.

Salah seorang saksi, Roshan yang merupakan admin PT Gangga Inti Lautan, mengaku sempat mendengar suara keributan sekitar pukul 02.36 Wita.

”Saya terbangun karena mendengar suara ribut-ribut dan ada suara orang menangis. Saya sempat mengintip dari dalam kamar dan mengambil foto, tetapi karena takut saya tidak berani keluar lalu kembali tidur," ujarnya kepada petugas.

 Baca Juga: Harga BBM Era Prabowo Lebih Mahal 60 Persen Dibanding Jokowi, Pertamax Rp 15.950

Sekitar pukul 07.00, Roshan keluar dari kamar dan mendapati korban sudah tergeletak dengan posisi wajah menghadap ke bawah.

Saksi lainnya, Hadi, 45, mengatakan sejak Kamis (30/7) malam sekitar pukul 20.00 dirinya bersama lima rekannya, termasuk korban dan pelaku, mengonsumsi minuman keras bersama.

"Karena minuman habis, korban dan pelaku pergi membeli arak lagi di warung yang tidak jauh dari mess. Pagi harinya saya mendapat informasi korban tergeletak di atas. Saya sempat melihat kondisi korban sebelum akhirnya petugas datang," katanya.

Petugas medis dari Klinik Nusa Medika yang datang ke lokasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban.

”Setelah dilakukan pemeriksaan nadi dan EKG jantung, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan denyut nadi, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku, dan hasil EKG menunjukkan tidak ada aktivitas jantung," jelas petugas medis.

Dalam pemeriksaan awal, pelaku FAI mengakui terlibat perkelahian dengan korban. Ia mengaku peristiwa bermula ketika mereka menghabiskan satu botol arak bersama. Setelah itu keduanya kembali membeli dua botol arak menggunakan sepeda motor.

”Di perjalanan saya sempat jatuh dari sepeda motor karena mabuk. Korban kemudian mengejek saya. Setelah kembali ke bedeng kami masih saling mengejek, lalu korban tiba-tiba memukul mata kiri saya. Karena tidak terima saya membalas memukul korban dan kami saling berkelahi hingga bergulat," ungkap pelaku kepada penyidik.

Pelaku juga mengakui kembali memukul korban ketika korban sudah dalam posisi tengkurap sebelum akhirnya meninggalkan lokasi dan masuk ke kamar mess untuk beristirahat.

IPTU I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, setelah seluruh rangkaian olah TKP dan identifikasi selesai dilakukan sekitar pukul 12.20 Wita, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

”Saat ini pelaku telah diamankan dan kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polresta Denpasar untuk proses penyidikan lebih lanjut, termasuk mendalami penyebab pasti kematian korban," tutup IPTU I Gede Adi Saputra Jaya. ***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
pecatu kuta selatan buruh berkelahi tewas setelah pesta arak mabuk arak