Jukung Mengapung Mesin Masih Hidup, Nelayan Medewi Hilang Misterius di Laut

Muhammad Basir • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 05:48 WIB
MASIH DALAM PENCARIAN : Tim SAR gabungan masih mencari Asmuri, nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. (foto: Tim SAR Jembrana)
MASIH DALAM PENCARIAN : Tim SAR gabungan masih mencari Asmuri, nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. (foto: Tim SAR Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id – Harapan keluarga agar Asmuri, 44, nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, segera ditemukan masih terus digantungkan.

Hingga Minggu (2/8/2026), tim SAR gabungan bersama nelayan setempat masih gencar menyisir perairan Medewi untuk mencari korban yang diduga jatuh dari jukungnya saat melaut.

Baca Juga: Tujuh Hari Pencarian Nihil, Operasi SAR untuk Nelayan Hilang akhirnya Dihentikan, Begini Kronologinya

Pencarian yang telah dilakukan sejak Sabtu (1/8/2026) kembali dilanjutkan kemarin dengan mengerahkan perahu karet. Petugas menyisir area di sekitar titik ditemukannya jukung korban. Namun hingga berita ini ditulis, keberadaan korban belum juga membuahkan hasil.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, mengatakan dugaan sementara korban terjatuh ke laut saat mencari ikan. Meski demikian, tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung detik-detik korban tenggelam.

”Diduga tenggelam karena memang korban tidak kembali pulang. Hingga saat ini keluarga masih menunggu kabar, sementara pencarian terus kami lakukan bersama tim SAR gabungan,” ujarnya.

Menurut Hendri, satu-satunya petunjuk yang ditemukan adalah jukung milik korban yang mengapung di tengah laut dalam kondisi mesin masih menyala nyaring. Sesuai prosedur operasi SAR, upaya pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan atau maksimal selama tujuh hari sejak laporan diterima.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Asmuri awalnya berpamitan melaut pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita untuk mencari ikan. Namun, sekitar pukul 01.00 Wita atau dua jam berselang, rekan sesama nelayan justru menemukan jukung korban mengapung tanpa pengemudi sekitar 100 meter dari bibir Pantai Medewi.

Saat didekati, mesin perahu masih hidup, tetapi sosok Asmuri sudah hilang. Temuan mengejutkan itu langsung dilaporkan ke Polsek Pekutatan.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Pekutatan bersama Perwira Pengawas segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, berkoordinasi dengan nelayan setempat, serta menggelar penyisiran awal.

Kini, operasi pencarian skala penuh difokuskan di sepanjang perairan Medewi oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, kepolisian, nelayan, hingga unsur terkait lainnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
selat bali jembrana nelayan hilang Tim SAR Bali orang hilang