KINTAMANI, Radar Bali.id - Nasib nahas menimpa I Ketut Manik Artayasa, 17, remaja asal Desa Nagasepaha, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Ia mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Penelokan.
Baca Juga: Tragedi di Jurang Penebel: Wayan Dedi Ditemukan Tewas di Semak Belukar Usai Kecelakaan Tunggal
Tepatnya di Simpang Tiga Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 13.00 Wita. Kecelakaan tragis saat hendak pulang usai mendaki Gunung Abang tersebut merenggut nyawanya di tempat kejadian perkara (TKP).
Peristiwa bermula ketika Artayasa yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna coklat berpelat DK 5842 UBI membonceng rekannya, I Gede Eka Sapta Mahayana, 16. Mereka melaju dari arah selatan menuju ke utara usai melakukan aktivitas pendakian dan berniat kembali ke Buleleng.
Setibanya di TKP yang merupakan tikungan ke kanan di Simpang Tiga, Artayasa diduga kehilangan konsentrasi sehingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya. Motor melaju lurus dan menghantam keras tembok pagar rumah warga di sisi kiri jalan.
Akibat benturan hebat tersebut, Artayasa terlempar membentur tembok lalu jatuh di bahu jalan hingga dinyatakan meninggal dunia di TKP. Sementara rekannya yang dibonceng terpental dan mengalami luka berat.
”Pengemudi meninggal dunia di TKP, sementara penumpangnya mengalami luka berat. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bangli oleh warga dan petugas yang datang ke lokasi,” tandas Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali