DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mendadak siaga satu usai menerima teror mencekam.
Sebuah pesan WhatsApp berisi ancaman bom rakitan dan pembajakan pesawat masuk ke Contact Center InJourney Airports pada Sabtu (2/8/2026) malam pukul 21.30 WIB.
Ancaman itu dikirim oleh seseorang berinisial EPD, seorang WNA asal Kanada, dengan nomor telepon asing (+61 406 1XX XXX). Dalam pesannya, EPD mengklaim bahwa seorang perempuan berinisial LH membawa bom rakitan dan bersiap membajak pesawat yang lepas landas dari Bali.
Menerima laporan darurat tersebut pada Minggu (3/8) dini hari pukul 00.44 WITA, tim Airport Security Services langsung bergerak cepat. Dua penerbangan internasional raksasa—Emirates dan Etihad—yang penumpangnya sudah boarding penuh di dalam pesawat, langsung menjadi fokus pemeriksaan ekstra mendesak.
Sterilisasi menyeluruh diresmikan secara kilat:
- Pemeriksaan Manifest & Data Passanger: Petugas menyisir seluruh daftar penumpang 2–3 Agustus 2026. Hasilnya, nama LH tidak terdaftar pada penerbangan mana pun.
- Penyisiran Lapangan: Area check-in, lobi terminal, hingga ruang airside dan landside disisir ketat oleh tim gabungan.
- Pemeriksaan Dokumen Beacukai (E-CD): Berbekal nomor paspor dari pesan teror, petugas menemukan bahwa LH adalah WNA asal Armenia yang tiba di Bali sejak 26 Juni 2026 menggunakan Emirates EK-368.
Penyelidikan mendalam bersama pihak Imigrasi membongkar plot di balik teror ini. LH ternyata masuk ke Indonesia bersama EPD (si pengirim pesan ancaman) dalam satu dokumen Electronic Customs Declaration.
Bukannya berada di dalam pesawat pembawa bom, keduanya justru diketahui masih berada di Bali dan sedang mengajukan perpanjangan visa di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar.
Nomor telepon yang digunakan EPD saat mengurus visa terbukti identik dengan nomor yang dipakai untuk memicu kepanikan di bandara.
"Temuan itu memperkuat dugaan bahwa pengirim pesan ancaman adalah EPD sendiri," ungkap sumber internal petugas Bandara Ngurah Rai, Senin (3/8/2026).
Otoritas Masih Bungkam, Operasional Tetap Normal
Meski teror terbukti palsu dan tidak ditemukan barang berbahaya, motif di balik aksi nekat turis Kanada tersebut kini tengah didalami oleh aparat penegak hukum di wilayah Bali.
Hingga Senin (3/8), pihak otoritas belum memberikan jawaban resmi mengenai motif kekacauan ini.
Communication & Legal Division Head Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menyatakan masih melakukan konfirmasi internal. "Sabar, saya konfirmasi dahulu ya," jawabnya singkat.
Kasi Humas Polres Kawasan Bandara, Ipda I Gede Suka Artana, juga menegaskan pihak kepolisian masih mendalami kebenaran dan alur kasus ini.
Pihak pengelola memastikan seluruh operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan normal dengan pengamanan ketat sesuai prosedur standar.***
Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com