Hari Keempat Pencarian Nelayan Medewi yang Hilang di Laut Masih Nihil, Tim SAR Geser ke Pengambengan

Muhammad Basir • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 04:55 WIB
BERGESER KE PENGAMBENGAN : Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan hilang ke Pengambengan. (foto: SAR Jembrana)
BERGESER KE PENGAMBENGAN : Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan hilang ke Pengambengan. (foto: SAR Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id – Upaya pencarian nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Asmuri, 44, yang diduga jatuh dan hilang saat melaut belum membuahkan hasil.

Memasuki pencarian hari keempat pada Selasa (4/8/2026), tim SAR gabungan menggeser titik penyisiran ke perairan Desa Pengambengan setelah muncul laporan dugaan tanda-tanda keberadaan korban.

Baca Juga: Jukung Mengapung Mesin Masih Hidup, Nelayan Medewi Hilang Misterius di Laut

Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dengan memperluas jangkauan area pencarian. Tim SAR gabungan yang sebelumnya memfokuskan pencarian di perairan sekitar Medewi kini memusatkan operasi dari Pantai Pengambengan, lalu bergerak menyisir ke arah timur dan barat.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, mengatakan pergeseran lokasi dilakukan berdasarkan informasi dari nelayan setempat yang mengaku melihat hal mencurigakan yang diduga berkaitan dengan korban di perairan Pengambengan. ”Penurunan tim SAR gabungan sekarang di Pantai Desa Pengambengan. Informasi dari nelayan itu langsung kami tindak lanjuti dengan memperluas penyisiran di lokasi tersebut,” ujarnya.

Meski area pencarian telah diperluas, hingga operasi hari keempat berakhir korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan memastikan akan tetap melanjutkan pencarian sesuai prosedur standar operasional (SOP) SAR yang berlangsung selama tujuh hari sejak korban dilaporkan hilang.

Selain melakukan penyisiran di laut, Basarnas juga terus berkoordinasi erat dengan para nelayan yang beraktivitas di sepanjang perairan Jembrana. Mereka diminta untuk segera melapor apabila menemukan benda maupun tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Asmuri berpamitan melaut untuk mencari ikan pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Namun pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 01.00 Wita, rekan sesama nelayan menemukan perahu jukung miliknya mengapung tanpa pengemudi sekitar 100 meter dari bibir Pantai Medewi.

Saat didekati, mesin perahu masih dalam kondisi hidup, tetapi Asmuri sudah tidak ada di atas jukung. Tidak ada saksi mata yang melihat korban jatuh, namun korban diduga kuat tercebur ke laut saat menangkap ikan. Hingga hari keempat operasi pencarian, keberadaan Asmuri masih menjadi misteri. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
jembrana nelayan hilang tim sar gabungan pencarian