Enam Hari Penyisiran Masih Nihil, Tim SAR Memasuki Hari Terakhir Pencarian Nelayan Medewi yang Hilang di Laut

Muhammad Basir • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 05:17 WIB
MASIH DICARI : Tim SAR gabungan untuk operasi pencarian . (SAR Jembran
MASIH DICARI : Tim SAR gabungan untuk operasi pencarian . (SAR Jembran

NEGARA, Radar Bali.id– Enam hari berjibaku menyisir laut dan pesisir selatan Jembrana, Tim SAR Gabungan belum juga menemukan keberadaan Asmuri, 44, nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, yang diduga jatuh saat melaut.

Baca Juga: Hari Keempat Pencarian Nelayan Medewi yang Hilang di Laut Masih Nihil, Tim SAR Geser ke Pengambengan

Operasi pencarian yang dimulai sejak Sabtu (1/8/2026) hingga hari keenam pada Kamis (6/8/2026) masih berakhir tanpa hasil.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk menemukan korban. Area pencarian bahkan sempat dialihkan ke perairan Pengambengan setelah muncul laporan dari sejumlah nelayan yang melihat tanda-tanda mencurigakan.

”Namun, setelah dilakukan penyisiran intensif, hasilnya tetap nihil. Besok merupakan hari ketujuh sekaligus hari terakhir operasi SAR sesuai prosedur. Jika hingga operasi berakhir korban belum ditemukan, maka operasi pencarian akan dihentikan,” ujarnya.

Meski demikian, penghentian operasi tidak berarti upaya pencarian berhenti sepenuhnya. Hendri menegaskan Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana tetap melakukan pemantauan serta menjalin komunikasi dengan para nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian. ”Apabila ada laporan masyarakat atau nelayan yang menemukan korban, kami siap melakukan evakuasi sesuai prosedur,” tegasnya.

Pada pencarian hari keenam, Tim SAR Gabungan mengerahkan satu unit rubber boat untuk menyisir perairan Pengambengan hingga Perancak. Sementara personel lainnya menyusuri sepanjang pesisir Pantai Pengambengan guna mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus hingga ke bibir pantai.

Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR terus memperkuat sinergi agar pencarian berjalan maksimal.

”Seluruh personel yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan terus berupaya secara optimal melakukan pencarian melalui penyisiran laut maupun pesisir pantai. Kami berharap korban segera ditemukan sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga. Operasi pencarian akan terus dilaksanakan dengan mengedepankan koordinasi, keselamatan personel, dan profesionalisme di lapangan,” terangnya.

Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di wilayah pencarian relatif landai sehingga mendukung proses penyisiran. Namun hingga kegiatan pencarian dihentikan sementara pada Kamis (6/8/2026) siang, korban belum juga ditemukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Asmuri berangkat melaut seorang diri pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Dua jam kemudian, atau Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 01.00 Wita, rekan sesama nelayan menemukan perahu korban mengapung sekitar 100 meter dari bibir Pantai Medewi. Mesin jukung masih dalam kondisi menyala, tetapi Asmuri sudah tidak berada di atas perahu.

Dugaan kuat menyebutkan Asmuri jatuh dari jukungnya saat mencari ikan di tengah malam. Hingga kini keberadaannya masih menjadi misteri dan pihak keluarga terus menunggu kabar dengan penuh harap.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
nelayan hilang Tim SAR Bali orang hilang tim sar gabungan