SINGARAJA, Radar Bali.id – Tragis. GEWP, 7, bocah asal Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng meninggal dunia dengan diagnosis suspek rabies.
Baca Juga: Kasus Tembus 54 Kasus Positif, Pemkab Jembrana Perketat Pencegahan Rabies hingga Tingkat Desa
Siswa sekolah dasar tersebut menghembuskan napas terakhir di IGD RSUD Buleleng pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 17.31 Wita akibat penanganan medis yang terlambat pasca digigit anjing peliharaannya sendiri.
Video memilukan yang merekam detik-detik akhir korban sempat beredar luas di media sosial TikTok. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mulai mengeluhkan nyeri pada kaki kiri, demam, hingga penurunan nafsu makan sejak Kamis (6/8/2026). Saat itu korban sempat dibawa berobat ke bidan desa dan hanya diberi vitamin serta obat penurun panas.
Kondisi korban tak kunjung membaik hingga pada Jumat (7/8/2026) keluarga membawanya ke RSUD Tangguwisia sekitar pukul 11.45 Wita. Saat tiba di rumah sakit, korban sudah menunjukkan gejala khas rabies seperti takut air (hidrofobia), gelisah, takut angin/AC, hingga terus mengeluarkan air liur. Karena didiagnosis suspek rabies, korban langsung dirujuk ke RSUD Buleleng.
”Pasien tiba di RSUD Buleleng pukul 15.30 Wita. Rencananya diisolasi di Ruang Sandat, namun pukul 17.31 Wita meninggal dunia di IGD RSUD Buleleng di hadapan keluarga dan perawat,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, Minggu (9/8/2026).
Sucipto membeberkan, korban ternyata memiliki riwayat digigit anjing peliharaannya di bagian betis kaki kiri pada awal Juni 2026. Anjing yang dilepasliarkan itu juga sempat menggigit adik korban di bagian perut. Namun, karena luka gigitan tergolong kecil dan berupa sayatan tanpa pendarahan hebat, orang tua korban menganggapnya tidak berbahaya. Korban pun tidak diajak ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan hanya dicuci lukanya secara mandiri di rumah.
”Setelah menggigit, anjing dibunuh lalu dikubur tanpa lapor ke Puskeswan dengan alasan takut menggigit orang lain,” tambah Sucipto.
Pasca meninggalnya GEWP, petugas kesehatan langsung memberikan suntikan VAR kepada adik korban di RSUD Tangguwisia pada Jumat (7/8/2026) sebagai langkah antisipasi. Sementara itu, penelusuran kontak erat pasien di lingkungan sekitar masih terus dilakukan oleh dinas terkait. [*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali