Duh, Terpeleset saat Cari Kayu Bakar, Lansia Kintamani Ditemukan Tewas di Jurang 100 Meter

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 04:03 WIB
DI SINI KEJADIANNYA : Reka ulang kejadian lansia nahas jatuh ke jurang. (foto:Polres Bangli)
DI SINI KEJADIANNYA : Reka ulang kejadian lansia nahas jatuh ke jurang. (foto:Polres Bangli)

KINTAMANI, Radar Bali.id – Nasib naas menimpa I Wayan Asung, 70, warga Desa Subaya, Kecamatan Kintamani, Bangli. Lansia ini ditemukan meninggal dunia di dasar jurang sisi barat jalan menuju Subak Tupade, Desa Subaya, Sabtu (8/8/2026).

Korban diduga kuat terpeleset dan jatuh ke dalam jurang saat sedang mencari kayu bakar.

Baca Juga: Duh, Maunya Menyeberang di Depan Sekolah, Lansia Asal Panjer Ini Malah Jadi Korban Tabrak Lari di Buleleng

Peristiwa memilukan ini bermula ketika korban pamit meninggalkan rumah untuk mencari kayu bakar pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Namun hingga pukul 18.00 Wita, korban tak kunjung kembali. Merasa cemas, pihak keluarga bersama warga sekitar berinisiatif melakukan pencarian ke area yang biasa dikunjungi korban.

Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 21.30 Wita. Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, tersangkut di pangkal pohon di dalam jurang. Warga kemudian mengevakuasi jasad korban ke rumah duka, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kintamani pada Minggu (9/8/2026).

"Korban diduga kuat terjatuh ke jurang pada saat mencari kayu bakar," terang Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta, Minggu (9/8/2026).

Iptu Gumiliarta mengungkapkan, kedalaman jurang di lokasi kejadian mencapai sekitar 100 meter. Berdasarkan hasil olah TKP, jarak titik awal korban terpeleset hingga posisi tersangkut di pohon diperkirakan sejauh 30 meter.

Dari pemeriksaan medis pada tubuh korban, ditemukan luka robek sepanjang 20 cm di kepala bagian depan kanan atas alis, luka memar di kepala bagian belakang, pipi kanan, bawah kelopak mata kiri, batang hidung, lengan kiri, pinggang kiri, serta kaki kanan. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
musibah Kintamani Bangli polres bangli lansia