Digulung Ombak 4 Meter, MK Baruna Karam Saat Hendak Berlayar ke Nusa Lembongan

Andre Sulla • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:51 WIB
DIGULUNG OMBAK: Kapal cargo MK Baruna tenggelam di perairan Padanggalak, Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Selasa (11/8/2026). (ist/radarbali.id)
DIGULUNG OMBAK: Kapal cargo MK Baruna tenggelam di perairan Padanggalak, Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Selasa (11/8/2026). (ist/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Ganasnya gelombang tinggi di perairan Denpasar berdampak buruk bagi Kapal Cargo MK Baruna yang sedianya berlayar menuju Nusa Lembongan justru karam di perairan Padanggalak, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Selasa (11/8) sekitar pukul 05.00 Wita. 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kapten kapal bersama dua anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri ke tepian pantai. Sejumlah barang muatan juga berupaya dievakuasi sebelum kapal semakin tenggelam.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, personel Satpolairud Polresta Denpasar langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan awal. Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, kapal milik I Wayan Subrata, 54, itu sebelumnya memuat berbagai barang kiriman pada Senin (9/8) sekitar pukul 13.00 Wita.

 Baca Juga: Trem Kuta-Canggu Tembus Uluwatu, Badung Siapkan Jalan 24 Meter dan 3 Kantong Parkir

Proses pemuatan berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 Wita. Setelah seluruh muatan masuk, kapal bersiap berangkat menuju Nusa Lembongan. Namun, kondisi cuaca tidak bersahabat.

Gelombang laut dilaporkan mencapai sekitar empat meter sehingga keberangkatan ditunda. Hingga sekitar pukul 21.00 Wita, kondisi perairan masih dinilai berbahaya.

Kapten kapal, Mohamad Ilyas, 40, akhirnya memutuskan untuk lego jangkar sekitar 40 meter dari garis pantai Padang Galak.

Untuk menjaga keamanan kapal sekaligus muatan, kapten bersama dua ABK, yakni Mohamad Nur Wadi, 29, dan Paidi, 41, tetap berada di atas kapal. Petaka terjadi pada Selasa dini hari. Sekitar pukul 05.00 Wita, kondisi laut masih bergejolak.

Air laut mulai masuk ke bagian belakang kapal. Melihat kondisi tersebut, kapten kapal berupaya membawa MK Baruna menuju alur pelabuhan agar kapal berada di posisi lebih aman.

"Namun, upaya itu tak berjalan mulus," cetus Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Selasa (11/8).

Besarnya gelombang dan kuatnya arus membuat kapal justru semakin kemasukan air. Dalam hitungan waktu, badan kapal mulai tenggelam.

Kapten dan kedua ABK pun berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih memungkinkan dievakuasi. Mereka bersama warga sekitar mengangkut sejumlah barang ke tepian pantai.

 Baca Juga: Ombak Besar Diterjang Saat Upacara di Pantai Masceti Gianyar, 1 Pemedek Dilarikan ke RS

Satpolairud Polresta Denpasar yang menerima informasi tersebut langsung bergerak ke lokasi. Petugas melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan kapten dan ABK, serta berkoordinasi dengan pihak KSOP atau Syahbandar Dermaga Sanur.

"Petugas bersama kapten, ABK, dan masyarakat sekitar juga berupaya melakukan evakuasi terhadap kapal," tambahnya.

Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan MK Baruna tidak mengganggu alur pelayaran, khususnya jalur keluar-masuk kapal cepat atau speedboat penumpang di kawasan Dermaga Sanur.

Untuk sementara, posisi MK Baruna ditambatkan di bagian pinggir pembatas alur masuk Pelabuhan Sanur. Upaya ini dilakukan agar kapal yang tenggelam tersebut tidak menghambat aktivitas pelayaran.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kuat dugaan kapal tenggelam akibat faktor cuaca. Gelombang dan arus laut yang cukup besar membuat air masuk ke badan kapal hingga akhirnya tidak mampu bertahan dan karam.

MK Baruna diketahui memiliki panjang sekitar 22,5 meter dengan lebar 4,5 meter. "Kapal berwarna putih tersebut menggunakan empat unit mesin tempel Yamaha berkekuatan masing-masing 40 PK," tambahnya.

Sementara itu, pemilik kapal masih belum dapat memastikan total kerugian akibat kejadian tersebut. Polisi masih melakukan penanganan bersama pihak terkait untuk memastikan kondisi kapal sekaligus keamanan jalur pelayaran di sekitar perairan Sanur.

Tidak adanya korban jiwa menjadi kabar baik di tengah insiden tersebut.

"Namun, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi kembali menjadi pengingat bagi pelaku pelayaran agar memperhatikan kondisi perairan sebelum memutuskan berlayar," tutupnya.***

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
Kapal Cargo MK Baruna Perairan Padanggalak Sanur nusa lembongan kapal tenggelam