Diterjang Gelombang Tinggi Saat Ngelangkir di Pantai Masceti, Pemangku Berusia 75 Tahun Dilarikan ke Rumah Sakit

Ida Bagus Indra Prasetia • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:14 WIB
KE LOKASI KEJADIAN : Polisi saat berada lokasi kejadian korban terempas ombak. (foto: Polsek Blahbatuh, Gianyar)
KE LOKASI KEJADIAN : Polisi saat berada lokasi kejadian korban terempas ombak. (foto: Polsek Blahbatuh, Gianyar)

GIANYAR, Radar Bali.id – Musibah datang di tengah prosesi keagamaan di pesisir selatan Gianyar. Sebanyak 15 warga yang sedang khusyuk melaksanakan sembahyang di tepi Pantai Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Selasa (11/8/2026) mendadak terempas ombak besar.

Baca Juga: Ya Tuhan! Hendak Selamatkan Teman yang Terseret Arus Laut, Agus Suarsa Malah Ditemukan Tewas Digulung Ombak Pantai Saba

Insiden tersebut mengakibatkan seorang pemangku mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, belasan warga tersebut sedang mengikuti upacara keagamaan Ngelangkir sejak pukul 06.00 Wita. Warga tersebut berasal dari wilayah Tuban, Badung dan Tedung, Gianyar. Kegiatan suci ini dipuput oleh Ida Resi dari Griya Tedung.

Petaka terjadi saat prosesi muspa berlangsung sekitar pukul 08.00 Wita. Gelombang tinggi tiba-tiba menerjang bibir pantai dan memukul barisan warga beserta sarana upacara yang tertata di atas pasir. Warga yang berdiri dekat dengan garis air terhempas hebat hingga terseret ke pinggir.

Akibat kejadian itu, seorang peserta upacara bernama Mangku Reging, 75, mengalami luka lecet. Korban langsung dievakuasi warga dan petugas ke Rumah Sakit Kasih Ibu Saba untuk mendapatkan penanganan medis.

Koordinator Balawista BPBD Gianyar, I Wayan ”Join” Hermanto mengungkapkan, gelombang air laut memang terpantau mulai membesar sejak pukul 07.30 Wita dan mencapai puncaknya hingga pukul 09.00 Wita.

”Tadi sempat terjadi insiden di Pantai Masceti. Ada pemedek yang diterjang ombak besar. Kondisinya masih selamat, tetapi mengalami sedikit trauma,” ujar Join.

Pihaknya mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas melukat maupun upacara adat di sepanjang pantai. ”Pengunjung yang mengajak anak kecil ke pantai agar selalu waspada dan hati-hati untuk mengawasi anaknya,” imbau Join.

Di lokasi kejadian, Bhabinkamtibmas Desa Medahan bersama personel Satpolairud, personel Pos Pantai, anggota Polsek Blahbatuh, Babinsa, dan Balawista langsung memperketat pemantauan di kawasan pesisir. Petugas memberikan imbauan secara humanis agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, tidak terlalu dekat dengan bibir pantai, serta memperhatikan perubahan cuaca.

Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini menegaskan, keselamatan masyarakat merupakan hal utama yang harus menjadi perhatian bersama, khususnya saat ada potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi alam serta aktif mengecek informasi prakiraan cuaca dan kondisi gelombang dari sumber resmi BMKG.

Berdasarkan peringatan dini BMKG, periode Selasa (11/8/2026) pukul 08.00 Wita hingga Jumat (14/8/2026) pukul 08.00 Wita memang terdapat potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Bali. ”Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, diimbau selalu memperhatikan perkembangan cuaca, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mematuhi arahan petugas,” pungkas Kompol Sri Sumartini. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
musibah pantai Masceti pemangku ombak besar gianyar