NEGARA, Radar Bali.id – Aktivitas bongkar muatan di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk sempat mengalami gangguan pada Selasa (11/8/2026).
Penyebabnya, ramdoor atau pintu landasan KMP Perkasa Prima V mengalami kerusakan fatal saat proses penurunan kendaraan hingga membuat empat kendaraan tertahan di dalam kapal.
Insiden tersebut bermula ketika KMP Perkasa Prima V yang baru berlayar dari Pelabuhan Ketapang bersandar di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk. Saat kendaraan mulai bergerak turun, ramdoor kapal mendadak bengkok dan tidak bisa berfungsi normal sehingga proses bongkar muatan terhenti.
Melihat kondisi tersebut, petugas berupaya menarik posisi kapal menggunakan alat berat berupa ekskavator. Namun nahas, saat penarikan dilakukan, ramdoor yang sebelumnya bengkok malah patah. Akibatnya, evakuasi kendaraan harus dialihkan dengan cara ekstra hati-hati.
Sebanyak empat kendaraan yang terjebak di dalam lambung kapal akhirnya dievakuasi bertahap memakai bantuan ekskavator. Suasana sempat tegang lantaran salah satu kendaraan berupa truk besar bermuatan semen sempat tersangkut di celah sempit antara bibir dermaga dan patahan ramdoor.
Petugas Syahbandar Gilimanuk, Moises Da Silva membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, petugas bergerak cepat menautkan alat berat untuk menarik truk yang tersangkut agar tidak menyumbat arus penyeberangan.
”Truk langsung dievakuasi sehingga tidak menghambat lalu lintas kendaraan dan operasional bongkar muat kapal,” ujar Moises, Selasa (11/8/2026).
Meski sempat menghambat aktivitas bongkar muat, situasi di Pelabuhan Gilimanuk dipastikan tetap terkendali dan aman. Petugas mengalihkan operasional ke dermaga lain sehingga dampak antrean penyeberangan dapat diminimalkan. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali