Dumogi Amor ring Acintya, Duka di Tengah SemarakAgustusan, Diduga Dehidrasi Berat, Siswa SMAN 2 Amlapura Meninggal Usai Gerak Jalan 17 Km

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 03:43 WIB
DUKA MENDALAM  SAAT AGUSTUSAN : I Gede Abdi Cahyanta Wiguna meninggal usai mengikuti kegiatan lomba gerak jalan 17 KM. (Foto: istimewa)
DUKA MENDALAM SAAT AGUSTUSAN : I Gede Abdi Cahyanta Wiguna meninggal usai mengikuti kegiatan lomba gerak jalan 17 KM. (Foto: istimewa)

Suasana suka cita menyambut Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-81 di Kabupaten Karangasem menyisakan duka mendalam. Salah seorang peserta lomba gerak jalan 17 kilometer, I Gede Abdi Cahyanta Wiguna, 17, meninggal dunia.

SISWA SMA Negeri 2 Amlapura tersebut diduga mengembuskan napas terakhir akibat mengalami dehidrasi parah usai mengikuti lomba.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum mengikuti gerak jalan pada Senin (10/8/2026), kondisi fisik korban dikabarkan kurang fit lantaran sempat mengalami diare sehari sebelumnya. Kendati demikian, mendiang Cahyanta tetap bersemangat untuk tampil membela sekolahnya.

Baca Juga: Kobarkan Semangat Patriotisme Pelajar, 80 Regu SD Adu Ketangkasan di Lomba Gerak Jalan Karangasem

Saat melintasi rute Jasri–Ahmad Yani pada pukul 14.30 Wita, kondisi fisik korban mendadak menurun drastis hingga akhirnya tumbang. Meski sempat diminta untuk tidak melanjutkan perlombaan dan digantikan peserta cadangan, Cahyanta menolak dan memilih memaksakan diri hingga tak sadarkan diri. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis.

Lantaran kondisinya terus memburuk setelah mendapatkan perawatan intensif sekitar empat jam, korban dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar pada malam harinya. Namun, meski tim medis telah melakukan berbagai upaya maksimal, nyawa I Gede Abdi Cahyanta Wiguna tidak dapat diselamatkan.

Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, I Gusti Lanang Putu Udiyana, membenarkan bahwa pasien tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri.

”Kami menduga pasien mengalami dehidrasi parah, dan diduga memiliki penyakit bawaan yang tidak terdeteksi sebelumnya,” kata Lanang.

Terpisah, Kepala SMAN 2 Amlapura, I Wayan Puja Astawa, membenarkan kepulangan anak didiknya tersebut. Kepergian Cahyanta memberikan rasa kehilangan yang mendalam bagi seluruh warga sekolah. Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan perjuangan almarhum selama menjadi bagian dari SMAN 2 Amlapura.

”Ya benar, satu anak didik kami Cahyanta Wiguna berpulang. Kepergian ini meninggalkan duka dan kehilangan yang mendalam bagi kami. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Puja Astawa.

Terkait kondisi kesehatan siswa sebelum perlombaan, Puja Astawa menegaskan bahwa sebelum berangkat, anak didiknya tersebut tidak mengeluhkan sakit apa pun kepada pihak sekolah.

”Kami melayat setelah pihak keluarga sudah berada di rumah duka,” tandasnya. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
siswa sma musibah agustusan karangasem gerak jalan