AMLAPURA, RadarBali.id – Dunia pelayaran kembali dihebohkan oleh musibah di laut. Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin rute Padangbai–Lembar mengalami kebakaran hebat saat melintasi perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026). Saat insiden terjadi, kapal dengan kode panggil YDGJ tersebut mengangkut sebanyak 114 penumpang dan 17 orang kru.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Helikopter dan Kapal SAR Evakuasi Penumpang
Koordinator SAR Karangasem, I Putu Agus Handika Bhayangkara, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal buatan tahun 1992 itu bertolak dari Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 02.00 Wita. Awalnya pelayaran berjalan normal tanpa kendala.
"Kapal beroperasi seperti biasa. Namun saat tiba di perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026) pukul 04.20 Wita, timbul kobaran api pada salah satu dek kapal. Api cukup besar hingga akhirnya merambat ke beberapa bagian kapal," ujar Handika saat ditemui awak media.
Pihak SAR menerima laporan darurat mengenai insiden kebakaran tersebut pada pukul 04.50 Wita untuk segera dilakukan tindakan penanganan. Untuk mendukung proses evakuasi, Kantor SAR Denpasar menggerakkan Kapal SAR Arjuna dari Pelabuhan Padangbai serta satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Nusa Penida menuju lokasi kejadian.
Sementara itu, Plt Kepala KSOP Pelabuhan Padangbai, Heri Wiyanto, menuturkan bahwa sebanyak 35 penumpang KMP Putri Yasmin berhasil dievakuasi oleh kapal penyeberangan lain yang kebetulan melintas menuju Pelabuhan Padangbai.
"Sebanyak 35 penumpang ini dievakuasi menggunakan KMP Portlink II. Setibanya di Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 09.00 Wita, seluruh penumpang langsung diarahkan ke kantor ASDP Pelabuhan Padangbai untuk menjalani pemeriksaan kesehatan," kata Heri.
Dari hasil pemeriksaan medis, seluruh penumpang yang dievakuasi ke Padangbai dipastikan berada dalam kondisi aman dan sehat. Pihak otoritas pelabuhan juga memfasilitasi kepulangan para penumpang, termasuk bagi mereka yang masih harus melanjutkan perjalanan menuju wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Mengenai pemicu timbulnya api, pihak KSOP belum memberikan keterangan lebih rinci lantaran proses investigasi masih berjalan. "Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Fokus utama kami saat ini adalah keselamatan dan penanganan para penumpang," tandas Heri. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali