PADANGBAI, RadarBali.id – Terkait insiden kapal terbakar, dalam keterangannya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap proses evakuasi dan penanganan penumpang KMP Putri Yasmin milik operator PT Jemla.
Baca Juga: 35 Penumpang Berhasil Dievakuasi saat KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Begini Kronologinya
Kapal penyeberangan tersebut mengalami musibah kebakaran saat melayani lintasan Padangbai–Lembar pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.30 Wita.
Sebagai pengelola Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar, ASDP mengerahkan seluruh kewenangan dan fasilitas kepelabuhanan, serta terus berkoordinasi intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Basarnas.
Baca Juga: KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, Helikopter dan Kapal SAR Evakuasi Penumpang
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, 52, menegaskan bahwa keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal menjadi prioritas paling utama dalam penanganan darurat ini.
“Fokus utama kami saat ini adalah mendukung proses evakuasi dan memastikan penumpang yang berhasil dievakuasi mendapatkan penanganan sebaik-baiknya. ASDP bersama seluruh stakeholder terus mengerahkan dukungan yang diperlukan, baik dalam proses evakuasi di lokasi maupun penanganan setibanya penumpang di pelabuhan,” tegas Heru pada Rabu (12/8/2026).
Dalam penanganan darurat tersebut, KMP Portlink II milik ASDP yang berada di sekitar lokasi insiden turut dikerahkan untuk membantu evakuasi. Sebanyak 35 orang berhasil diselamatkan dan dibawa menuju area pelabuhan untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Setibanya di darat, ASDP menyiagakan berbagai fasilitas penunjang medis dan logistik, mulai dari area penerimaan penumpang, akses ambulans, fasilitas P3K, jalur evakuasi, sterilisasi area, hingga pengamanan di area pelabuhan.
“Yang menjadi fokus kami dari sisi pelabuhan adalah memastikan seluruh fasilitas yang dibutuhkan telah siap saat penumpang tiba. Kami juga memastikan koordinasi dengan instansi terkait berjalan cepat dan tepat,” tambah Heru.
Di sisi lain, Kepala KSOP Kelas II Lembar, Syamsurizal, 50, menyampaikan bahwa respons cepat dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi perairan Selat Lombok sangat membantu proses pertolongan darurat.
“Keterlibatan kapal-kapal di sekitar lokasi merupakan bagian dari respons keadaan darurat untuk mendukung upaya pertolongan. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang dan awak kapal,” ujar Syamsurizal pada Rabu (12/8/2026).
Hingga saat ini, proses penanganan serta koordinasi antarinstansi masih terus berlangsung di wilayah Lembar maupun Padangbai guna memastikan seluruh hak dan keselamatan penumpang terdampak terlayani secara maksimal. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali