Cara Unik dan Beda Agustusan di Buleleng! Pengibaran Merah Putih dari Dasar Laut hingga Lepas 1.000 Tukik di Pantai Kerobokan

Francelino Junior • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:29 WIB
DISAMBUT ANTUSIAS: Masyarakat memberi hormat ke bendera merah putih yang berkibar dari bawah ke permukaan perairan Kerobokan.(francelino junior)
DISAMBUT ANTUSIAS: Masyarakat memberi hormat ke bendera merah putih yang berkibar dari bawah ke permukaan perairan Kerobokan.(francelino junior)

SINGARAJA, Radar Bali .id– Suasana berbeda tampak di Pantai Kerobokan, Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buleleng pada Senin, 17/8/2026 sore. Ratusan warga memadati kawasan pesisir tersebut untuk menyaksikan pengibaran bendera Merah Putih yang dilakukan dengan cara unik: dikibarkan langsung dari dasar laut hingga muncul mengangkasa di permukaan.

Baca Juga: Meriahkan Agustusan HUT ke-81 RI, Polsek Nusa Penida Bersama Warga Bentangkan 81 Bendera Merah Putih

Biasanya, pengibaran bendera saat momen HUT Kemerdekaan RI dilakukan sepenuhnya di darat atau di dasar laut. Namun di Pantai Kerobokan, pengibaran mengombinasikan keduanya.

Baca Juga: Bendera Merah Putih 100 Meter Membentang, Bupati Sanjaya Kobarkan Semangat Nasionalisme di Tabanan

Tim pengibar dari Pokmaswas Penimbangan Lestari bergerak menggunakan delapan unit perahu nelayan menuju titik penyelaman. Begitu menyelam, tim memberi sinyal ke permukaan. Petugas di atas laut lantas memberi aba-aba kepada warga di daratan untuk memberi hormat. Perlahan tapi pasti, bendera Merah Putih terangkat dari bawah laut hingga berkibar megah ditiup angin pesisir.

”Ini baru pertama kali dilakukan dan berbeda, sekaligus wujud pelestarian alam,” ujar Perbekel Desa Kerobokan, Putu Wisnu Wardana.

Uniknya, aksi ini sarat makna simbolik proklamasi. Tiang bendera setinggi 17 meter ditancapkan dari dasar laut, diapit delapan unit perahu nelayan, serta didukung 45 bendera Merah Putih yang berkibar sepanjang Pantai Kerobokan.

Aksi ini bukan sekadar seremoni. Berkonsep ”Rilis Merdeka”, kegiatan ini bertujuan memerdekakan Pantai Kerobokan dari ancaman sampah plastik dan kerusakan ekosistem laut, menyelaraskan jiwa nasionalisme dengan konservasi nyata.

Tak hanya mengibarkan bendera, sebanyak 1.000 ekor tukik jenis lekang (Lepidochelys olivacea) turut dilepasliarkan ke laut lepas. Pantai Kerobokan dikenal sebagai salah satu lokasi bertelurnya penyu terlindungi tersebut.

”Kenapa kami memerdekakan Pantai Kerobokan? Karena ekosistem lautnya sudah kotor,” pungkas Ketua Panitia, Putu Punik Sasmita. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
HUT Kemerdekaan RI ke-81 pengibaran bendera merah putih bendera merah putih agustusan buleleng