Setiap Tahun Bertambah Panjang Semeter, Santri dan Warga Negara Mengarak Bendera 81 Meter

Muhammad Basir • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:33 WIB
TAMBAH PANJANG SEMETER: Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter dibentangkan dan diarak berkeliling jalan desa dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pengembangan. (M.Basir)

 
TAMBAH PANJANG SEMETER: Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter dibentangkan dan diarak berkeliling jalan desa dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Pengembangan. (M.Basir)  

Semangat kemerdekaan dikibarkan dengan cara berbeda di Desa Pengembangan, Kecamatan Negara. Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter dibentangkan dan diarak berkeliling jalan desa dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Minggu, 16 Agustus 2026.

SEPERTI yang sudah-sudah, kirab tersebut diikuti para santri bersama warga sekitar. Dengan membentangkan Sang Saka sepanjang puluhan meter, peserta berjalan menyusuri sejumlah ruas jalan desa. Kegiatan ini sekaligus menjadi tradisi tahunan untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

Baca Juga: Cara Unik dan Beda AGustusan di Buleleng ! Pengibaran Merah Putih dari Dasar Laut hingga Lepas 1.000 Tukik di Pantai Kerobokan

Penyelenggara kirab, Muhammad Yusuf, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun. Panjang bendera sengaja disesuaikan dengan usia kemerdekaan Indonesia. ”Setiap tahun panjang benderanya kami tambah satu meter. Tahun ini karena HUT Kemerdekaan RI ke-81, panjangnya juga 81 meter,” ujar Yusuf.

Menariknya, bendera yang digunakan bukan bendera baru. Kain tersebut merupakan bendera yang sama yang telah digunakan dalam kirab tahun-tahun sebelumnya. Setiap tahun hanya ditambah panjangnya satu meter sebagai penanda bertambahnya usia kemerdekaan.

Menurut Yusuf, kirab bukan sekadar kegiatan seremonial. Ada pesan kebangsaan yang ingin terus ditanamkan kepada para santri dan masyarakat, terutama generasi muda.

Kirab diharapkan menjadi sarana memupuk nasionalisme, menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan. ”Ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang sudah kita nikmati. Kami ingin semangat kebersamaan, persatuan, dan cinta Tanah Air terus tumbuh,” katanya.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara santri dan masyarakat. Kebersamaan dalam membawa bendera Merah Putih diharapkan menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga diwujudkan melalui persatuan dan gotong royong.

Bagi peserta kirab, panjangnya bendera bukan sekadar angka. Setiap meter menjadi simbol perjalanan bangsa yang terus bertambah usia, sekaligus pengingat agar nilai-nilai kemerdekaan tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Rangkaian peringatan kemerdekaan tersebut juga diisi doa bersama yang digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026 malam Wita. Doa dipanjatkan untuk para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan sekaligus memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi bangsa dan negara.

Kegiatan ini menjadi pengingat agar generasi saat ini tidak melupakan jasa para pahlawan serta terus menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
HUT Kemerdekaan RI ke-81 bendera merah putih raksasa agustusan jembrana Tradisi Tahunan